KabarBaik.co, Surabaya – Aksi dua pelaku penjambretan berinisial WW, 31 dan AMP, 25, harus berakhir mengenaskan. Kedua pelaku ini ditembak kaki karena nekat melawan dan berusaha melarikan diri saat dikejar.
Peristiwa bermula saat keduanya merampas handphone milik korban bernama Berliana Haryani Hartono. Kejadian ini terjadi di Jalan Undaan, Genteng, Surabaya, pada Jumat (29/4) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kronologi Kejadian
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan saat kejadian, korban sedang mengendarai motor berboncengan dengan temannya, hendak menuju Jalan Indrapura untuk mencari kosan.
“Korban posisi di belakang atau dibonceng dengan memegang handphone pada tangan kirinya, diletakkan di atas paha. Korban saat itu berhenti menunggu lampu merah di TL Jalan Undaan – Jalan Kalianyar,” ujar Luthfie, Minggu (14/6).
Tiba-tiba, dari arah belakang sisi kiri datang dua orang mengendarai motor Honda BeAT Street tanpa nomor polisi. Tersangka WW yang berada di posisi boncengan langsung merampas ponsel korban menggunakan tangan kanannya.
“Sehingga HP milik korban berhasil dikuasai oleh pelaku. Kemudian pelaku melarikan diri ke arah Jalan Undaan Wetan. Korban berusaha mengejar pelaku, tetapi tidak terkejar,” lanjutnya.
Kejar-kejaran dan Penembakan
Korban yang putus asa sempat berhenti di persimpangan Jalan Ambengan – Jaksa Agung Suprapto. Namun tak disangka, korban kembali melihat pelaku yang sedang melintas. Korban pun langsung berteriak “maling” dan kembali melakukan pengejaran.
Kebetulan, saat itu ada anggota Polsek Genteng yang sedang melakukan patroli kring serse. Mendengar teriakan korban, petugas langsung mengejar kedua pelaku.
Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada menuturkan bahwa tim sudah berteriak memerintahkan pelaku berhenti, namun mereka justru memacu kendaraan lebih kencang.
“Tim Opsnal sudah berteriak ‘polisi’ untuk menghentikan laju pelaku yang mengendarai motor. Tetapi pelaku tidak kunjung berhenti,” jelasnya.
Petugas sempat berusaha menghadang, namun pelaku nekat dan tetap berusaha kabur hingga menyebabkan personel terseret dan kedua belah pihak terjatuh dari motor.
Melihat pelaku masih berupaya melawan dan membahayakan keselamatan petugas, akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur.
“Akhirnya pelaku kami lakukan tindakan tegas terukur, dan dapat diamankan. Kakinya diterjang timah panas. Atas kejadian tersebut, pelaku mengalami luka gores dan luka tembak akibat perlawanan,” pungkasnya.
Saat ini kedua tersangka sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. (*)






