MUI Jatim Siapkan Transformasi Filantropi Islam, Dana Umat Diarahkan Jadi Penggerak Ekonomi

oleh -129 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 06 at 11.02.27 AM
Komisi PDUF hadir untuk menjadi penghubung dan penggerak sinergi berbagai elemen umat (ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Potensi dana umat di Jatim dinilai sangat besar dan berpeluang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu mendorong kesejahteraan masyarakat. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur mulai menyusun strategi pengelolaan filantropi Islam yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan.

Langkah itu dibahas dalam rapat koordinasi dan konsolidasi program kerja yang digelar di Surabaya. Pertemuan tersebut menjadi titik awal penyusunan arah kebijakan dan program prioritas Komisi PDUF MUI Jawa Timur untuk masa bakti 2026-2031.

Rapat diikuti seluruh pengurus dari berbagai bidang di bawah naungan Komisi PDUF. Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) hingga pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ketua Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi MUI Jawa Timur H. Miftah Jauhari menegaskan bahwa pengelolaan dana umat perlu dilakukan secara lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar dana yang terhimpun mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

“Komisi PDUF hadir untuk menjadi penghubung dan penggerak sinergi berbagai elemen umat. Melalui pengelolaan dana ZISWAF dan CSR yang amanah, transparan, dan produktif, kami ingin mendorong lahirnya program-program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi umat secara berkelanjutan,” ujar Miftah, Sabtu (6/6).

Dalam forum tersebut, masing-masing bidang memaparkan program unggulan yang akan dijalankan selama lima tahun ke depan. Salah satu fokus utama yang disiapkan adalah pembangunan sistem pengelolaan dana umat yang transparan, akuntabel, serta sesuai prinsip syariah.

Melalui Bidang Management Advisor, PDUF MUI Jawa Timur menargetkan lahirnya tata kelola organisasi yang dapat menjadi rujukan pengelolaan filantropi Islam di Jawa Timur.

Upaya ini sekaligus diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana umat. Selain itu, Bidang Kemitraan Lembaga Filantropi akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga filantropi Islam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengintegrasikan potensi dana umat sehingga program-program sosial dan pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas.

Di sisi lain, Bidang Corporate Relations akan mendorong kerja sama dengan dunia usaha melalui program CSR berbasis syariah. Kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Transformasi digital juga menjadi perhatian dalam penyusunan program kerja PDUF. Melalui Bidang Media Komunikasi, organisasi ini akan memperkuat publikasi sekaligus edukasi kepada masyarakat melalui berbagai platform digital.

Wakil Ketua Bidang Media PDUF MUI Jawa Timur, Arif Ardliyanto, mengatakan pengembangan media digital menjadi kebutuhan penting agar pesan-pesan keumatan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

“Pengembangan media digital dan konten multiplatform menjadi fokus utama agar pesan-pesan keumatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, cepat, dan efektif,” katanya.

Tak hanya itu, PDUF juga menyiapkan langkah strategis di bidang riset dan pengembangan usaha. Wakil Ketua Bidang Riset dan Bisnis, Mochamad Badowi, menilai lembaga filantropi perlu memiliki basis ekonomi yang kuat agar mampu menjaga keberlanjutan program pemberdayaan umat.

Menurutnya, berbagai kajian strategis terkait pengembangan dana umat akan menjadi landasan dalam membangun unit-unit usaha berbasis syariah yang profesional dan berkelanjutan.

Dengan sinergi seluruh bidang, Komisi PDUF MUI Jawa Timur menargetkan terbentuknya ekosistem filantropi Islam yang tidak hanya berorientasi pada penghimpunan dana, tetapi juga mampu menciptakan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin membangun ekosistem filantropi Islam yang modern, profesional, dan berdampak. Bukan hanya menghimpun dana umat, tetapi bagaimana dana tersebut mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang menciptakan kemandirian, mengurangi kemiskinan, serta memperkuat ekonomi umat berbasis syariah,” tegasnya.

Melalui konsolidasi program kerja ini, Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi MUI Jawa Timur optimistis dapat memperkuat perannya sebagai motor penggerak filantropi Islam di Jawa Timur sekaligus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sepanjang periode 2026-2031. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.