Musda Golkar Banyuwangi Memanas, Pendaftaran Bacalon Dipersoalkan

oleh -425 Dilihat
IMG 20251229 WA0006
Marifatul Kamila saat menyerahkan berkas pendaftaran ke DPD Golkar Banyuwangi

KabarBaik.co – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Banyuwangi memanas. Hal tersebut terjadi setelah adanya indikasi proses pendaftaran dan verifikasi bakal calon ketua yang dinilai tidak sesuai mekanisme organisasi.

Marifatul Kamila salah satu bakal calon gugur dalam pencalonan karena berkurangnya dukungan yang telah dikumpulkan. Oleh karenanya ia menyampaikan keberatan.

Marifa sebelumnya mendaftar sebagai bacalon pada Minggu (28/12) di DPD Golkar setempat. Syarat dukungan 30 persen pengurus juga telah ia kantongi. Namun hasil pleno justru menyisakan 6 persen dukungan.

“Kami sudah mendaftar dan memenuhi syarat 30 persen. Tapi setelah pleno, dukungan kami tinggal enam persen. Ini yang kami anggap tidak adil,” ujar Rifa, Senin (29/12).

Karena pengurangan dukungan itu karena akibat pencoretan dukungan dari beberapa kecamatan. “Ada surat pencabutan dan ada mosi tidak percaya dari lima kecamatan. Tapi itu semua tidak dipertimbangkan,” tegasnya.

Marifatul menilai, verifikasi dukungan dilakukan tidak pada tempatnya. Tahapan yang digelar saat itu seharusnya hanya pendaftaran, bukan verifikasi.

“Kemarin itu hanya pendaftaran satu hari di DPD Golkar. Verifikasi seharusnya dilakukan saat Musda, bukan di pleno pendaftaran,” katanya.

Ketua Steering Committee (SC) Musda Golkar Banyuwangi yang juga Sekretaris DPD Golkar setempat, Ahmad Ali Firdaus, mengaku menolak menandatangani berita acara pleno karena menilai proses telah menyimpang sejak awal.

“Saya tidak mau menandatangani karena saat pleno itu hanya pendaftaran, bukan verifikasi. Tapi faktanya sudah dilakukan pencoretan dukungan,” ungkapnya.

Ia juga mengkritisi adanya arah Musda yang diduga dikondisikan menuju aklamasi satu calon, sehingga berpotensi membatasi hak kader dalam berdemokrasi.

“Tidak ada aturan ketua harus aklamasi. Kalau dipaksakan, itu sama saja mengebiri hak memilih dan dipilih. Padahal banyak kader potensial di Golkar Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, narasi aklamasi tersebut berdampak pada rusaknya soliditas antar kader, terutama di tingkat pimpinan kecamatan dan ranting yang sebelumnya telah dibangun melalui konsolidasi panjang.

Atas kegaduhan itu, Ali memastikan akan menempuh jalur organisasi sesuai aturan partai.

“Kami akan membawa persoalan ini ke Dewan Etik dan Mahkamah Partai. Semua proses dari awal sampai pleno akan kami sampaikan ke DPP,” tegasnya.

Di sisi lain, dinamika internal tersebut dinilai berpotensi memicu ketegangan di lapangan, termasuk kemungkinan mobilisasi dukungan massa saat pelaksanaan Musda.

“Sebenarnya kami ingin suasana tetap guyub dan rukun. Musda ini jangan sampai memecah belah kader, tetapi justru menjadi ruang konsolidasi dan penguatan organisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Banyuwangi Aulia Rachman mengatakan, polemik Musda dipicu oleh tarik-menarik kepentingan di internal Steering Committee.

“Komposisi SC itu terbelah dan sarat kepentingan. Penetapan dukungan dan calon seharusnya dilakukan di sidang paripurna Musda, bukan di rapat pendaftaran,” katanya.

Ia menyebut pihaknya telah menggelar rapat khusus untuk menganalisis dugaan penyimpangan tahapan Musda, termasuk adanya intervensi pihak eksternal.

“Kami sudah melakukan rapat khusus. Banyak penyimpangan yang kami catat, dan partai punya mekanisme resmi untuk menyelesaikannya sampai ke DPP,” tegasnya.

Di sisi lain, dinamika internal tersebut berpotensi memicu kerusuhan, termasuk kemungkinan mobilisasi dukungan massa pada pelaksanaan Musda sebagai bagian dari upaya menjaga proses tetap berjalan sesuai koridor aturan partai.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.