Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Perpanjangan Perbaikan Tanggul Bengawan Solo

oleh -81 Dilihat
IMG 20260126 WA0028 1
Tanggul Bengawan Solo di Kecamatan Baureno, Bojonegoro. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) kembali memberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor pelaksana untuk memperbaiki tebing Sungai Bengawan Solo yang ambrol di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno. Kali ini, perpanjangan waktu yang diberikan mencapai 300 hari.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU-SDA Kabupaten Bojonegoro, Iwan Kristian, mengatakan bahwa perpanjangan waktu tersebut diberikan sejak Desember 2025 hingga November 2026. “Waktunya 300 hari, terhitung sejak Desember 2025 sampai November 2026,” ujar Iwan Kristian, Senin (26/1).

Meski demikian, Iwan menjelaskan bahwa pekerjaan perbaikan tahap kedua belum dapat segera dimulai. Hal itu disebabkan akses jalan menuju lokasi proyek masih dalam proses pembangunan rigid beton. “Pekerjaan diperkirakan baru bisa dimulai sekitar bulan April. Selain menunggu akses jalan selesai, faktor cuaca juga menjadi pertimbangan. Pada bulan April sudah memasuki musim kemarau sehingga debit Sungai Bengawan Solo tidak setinggi saat musim hujan,” jelasnya.

Terkait antisipasi kerusakan lanjutan, Iwan menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan secara menyeluruh sebelum pekerjaan tahap kedua dinyatakan selesai. Jika ditemukan potensi kerusakan, maka akan segera dilakukan perbaikan dan penguatan. “Kami akan cek secara menyeluruh. Jika ada bagian yang berpotensi rusak, akan langsung kami perbaiki dan perkuat,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan kontraktor pelaksana, PT Indopenta Bumi Permai, menyatakan kesiapan awal untuk memulai pekerjaan. Juru Bicara PT Indopenta Bumi Permai, Ardhiyana, mengatakan bahwa satu unit alat berat telah disiagakan di lokasi proyek. “Saat ini satu unit excavator tetap kami siagakan sambil menunggu elevasi muka air sungai turun untuk pembuatan platform alat berat,” kata Ardhiyana.

Ia menambahkan, belum dimulainya pekerjaan fisik juga dipengaruhi oleh kondisi akses jalan menuju lokasi yang masih dalam pengerjaan rigid beton. “Jalannya masih ditutup karena ada pengerjaan rigid beton. Kami menunggu sampai benar-benar selesai dan kering agar bisa dilalui alat berat,” imbuhnya.

Sebelumnya, megaproyek pembangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Baureno dilaporkan kembali ambrol. Padahal, proyek senilai Rp40 miliar yang bersumber dari APBD Bojonegoro tahun 2024 tersebut baru saja selesai diperbaiki ulang dan masih dalam masa pemeliharaan pada tahun 2025.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan terjadi di Desa Lebaksari dengan panjang ambrolan mencapai sekitar 40 meter. Sejumlah tiang pancang terlihat patah dan terangkat dari tanah. Selain itu, bronjong yang sebelumnya telah diperbaiki juga kembali ambles sepanjang kurang lebih 30 meter.

Data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) menunjukkan bahwa proyek pembangunan pelindung tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan, Kecamatan Baureno, memiliki total panjang 980 meter dengan nilai pagu Rp 40 miliar. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Indopenta Bumi Permai asal Surabaya dengan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 39,6 miliar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.