Pemkot Malang Intervensi Harga Cabai di Pasar Blimbing Lewat Warung Tekan Inflasi

oleh -139 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 06 at 5.45.09 AM
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat saat di tengah pedagang Pasar Blimbing (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Pemkot Malang mengaktifkan kembali Warung Tekan Inflasi (WTI) di Pasar Blimbing sebagai langkah cepat untuk merespons lonjakan harga cabai yang sempat terjadi di sejumlah pasar tradisional. Intervensi ini dilakukan untuk menstabilkan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung meninjau pelaksanaan program tersebut bersama jajaran perangkat daerah terkait. Ia menegaskan bahwa WTI menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan strategis.

Menurutnya, harga cabai yang sebelumnya mengalami kenaikan signifikan kini mulai menunjukkan penurunan sejak WTI kembali dioperasikan.

“Alhamdulillah sejak Warung Tekan Inflasi dibuka hari Jumat lalu, harga cabai sudah mulai turun. Cabai keriting dan cabai rawit dijual Rp 40 ribu per kilogram, sedangkan cabai besar Rp 45 ribu per kilogram. Dampaknya sudah terasa, harga di pasaran yang sebelumnya mencapai Rp 120 ribu kini turun menjadi sekitar Rp 70 ribu per kilogram,” ujar Wahyu, Jumat (5/6).

Sebelumnya, lonjakan harga cabai sempat menjadi perhatian saat kunjungan Gubernur Jawa Timur ke Pasar Klojen pada 29 Mei 2026. Saat itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencatat harga cabai rawit berada pada kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram.

WTI di Pasar Blimbing sendiri mendapat pasokan cabai dari kerja sama antardaerah, salah satunya Lumajang. Skema ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan harga di tingkat konsumen. Wahyu optimistis harga cabai dapat terus turun hingga mendekati harga normal dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan bisa turun lagi mendekati harga normal sekitar Rp 40 ribu per kilogram,” tambahnya.

Hingga saat ini, sekitar 2,5 ton cabai telah tersalurkan melalui WTI dengan pembatasan pembelian maksimal dua kilogram per orang menggunakan identitas kependudukan. Langkah ini dinilai efektif karena mampu menjadi acuan harga bagi pedagang lain di pasar. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.