KabarBaik.co, Surabaya – Pemkot Surabaya memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui sinergi strategis dengan sektor perhotelan. Langkah ini diresmikan melalui Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama (NKB) antara Pemkot Surabaya dengan 38 hotel di Lobby Balai Kota.
Kerja sama bertajuk ‘Peningkatan Perekonomian Melalui Pemenuhan Kebutuhan Usaha dan Tenaga Kerja pada Hotel’ ini bertujuan menjadikan UMKM dan warga lokal sebagai pemasok utama kebutuhan operasional hotel, mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan kamar.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa investasi di Kota Pahlawan harus memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.
“Saya ingin investasi ini bermanfaat untuk warga sekitar. Kita harus bersatu untuk menaikkan okupansi pasca pandemi sekaligus memastikan ekonomi masyarakat terus bergerak,” ujar Cak Eri.
Potensi Serapan Besar
Berdasarkan data rekapitulasi, potensi serapan kebutuhan hotel di Surabaya setiap bulannya sangat menggiurkan bagi para pelaku UMKM. Beberapa komoditas utama yang dibutuhkan meliputi:
Protein & Susu: 5,6 ton daging ayam, 600 kg daging sapi, 8 ton telur, dan 3.200 liter susu segar.
Kebutuhan Pokok: 3,5 ton beras, 4,3 ton gula, dan 2,6 ton minyak goreng.
Produk Segar: 4,7 ton sayuran dan 12 ton buah-buahan.
Perlengkapan Hotel: 39.000 pasang slipper (sandal hotel).
“Kebutuhan tersebut sangat banyak. Ini peluang besar bagi warga dan UMKM untuk naik kelas,” tambah Eri. Guna menjaga kualitas, Pemkot melalui dinas terkait akan melakukan kurasi dan pelatihan agar produk warga memenuhi standar tinggi industri perhotelan.
Dukungan untuk Instruksi Presiden
Langkah ini juga merupakan bentuk konkret dukungan Pemkot Surabaya terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi. Eri menekankan bahwa negara harus hadir membantu warga miskin agar produk mereka mampu bersaing.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PHRI Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, menyambut positif kolaborasi ini. Selain komitmen menyerap produk lokal, ia juga mengapresiasi dukungan Pemkot terkait stabilitas iklim usaha.
“Terima kasih atas dukungan terkait revisi UMSK Surabaya tahun 2026. Ini memberikan ruang bagi hotel untuk lebih stabil secara finansial sehingga kami bisa terus bersinergi dengan UMKM,” ungkap Puguh.
Penandatanganan tahap awal ini melibatkan hotel bintang 2 hingga bintang 5. Ke depan, jumlah hotel yang terlibat dipastikan akan bertambah seiring dengan meningkatnya kesiapan pasokan dari para pelaku usaha lokal Surabaya. (*)








