Penemuan Mayat Bayi di Selokan Dusun Bedadung Kulon Diduga Hasil Hubungan Gelap Perempuan Gresik

oleh -6251 Dilihat
WhatsApp Image 2024 06 05 at 18.17.53
Ilustrasi

KabarBaik.co – Temuan bayi kembali terjadi di Jember. Kali ini warga Dusun Bedadung Kulon, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember menemukan mayat bayi di selokan air pembuangan di sekitar pemukiman warga.

Mayat bayi yang belum diketahui jenis kelaminnya itu langsung dimakamkan oleh warga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) wilayah setempat.

“Penemuan mayat bayi itu pada hari Selasa (25/6) kemarin. Saat itu ada warga yang lihat mayat itu berada di saluran pembuangan atau selokan,” kata salah seorang warga sekitar berinisial HM saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Rabu (26/6).

Saat ditemukan itu, kondisi bayi malang itu sudah meninggal, dan warga berinisiatif untuk langsung memakamkan di TPU wilayah setempat.

“Langsung dikuburkan, tapi kemudian ada warga yang lapor ke polisi tadi malam. Sehingga tadi langsung datang sejumlah anggota polisi untuk membongkar makamnya dan diperiksa,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, bayi malang yang baru dilahirkan itu diduga hasil dari hubungan gelap.

Polisi sudah mengetahui identitas dari ibu mayat bayi malang itu, yang belakangan kabarnya warga dari Kabupaten Gresik berumur 19 tahun berinisial SH.

SH diketahui datang ke Jember untuk menghadiri acara pernikahan saudaranya, kemudian melahirkan bayi tersebut di dalam kamar mandi.

Namun demikian, Kapolsek Rambipuji Iptu Eko Yulianto saat dikonfirmasi menyampaikan masih melakukan proses lidik.

“Terkait kejadian itu kami masih lidik. Kami belum berani memberikan informasi yang setengah-setengah,” ujar Eko singkat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dwi Kuntarto Aji
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.