KabarBaik.co – Aksi percobaan pencurian di Perumahan Pondok Mutiara, Sidoarjo, pada Senin (6/1) malam membuat warga sekitar geger. Kejadian ini menimpa sebuah rumah kantor (rukan) yang menjual alat terapi pengobatan. Pelaku yang diduga seorang diri gagal membawa barang berharga setelah aksinya dipergoki salah satu karyawan.
Aat, petugas keamanan perumahan mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 saat suasana di sekitar lokasi masih ramai.
“Ada penjual sate dan nasi goreng di lokasi M, saat itu ramai mas,” ujarnya.
Namun, tidak ada yang mengetahui aksi pelaku hingga polisi tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Aat, ia saat itu berjaga di pos keamanan yang berada di belakang rukan dan baru mengetahui kejadian setelah polisi datang.
“Polisi langsung olah TKP, saya tidak bisa masuk saat itu,” katanya.
Rekaman CCTV dari beberapa rumah dan pos keamanan kemudian diminta oleh pihak kepolisian untuk membantu penyelidikan.
Untuk diketahui, kejadian bermula ketika pagar rukan diduga tidak digembok. Rukan tersebut biasanya dijaga oleh dua karyawan yang tidur di lokasi pada malam hari. Namun, salah satu karyawan keluar untuk membeli sesuatu, sementara karyawan perempuan lainnya sedang berada di dalam kamar. Situasi ini memungkinkan pelaku masuk ke dalam rukan.
Karyawan perempuan tersebut sempat memergoki pelaku di dalam rukan. Menurut keterangan Aat, pelaku mengancam korban menggunakan pecahan gelas agar tidak berteriak.
“Karyawan yang di dalam kamar keluar dan memergoki pelaku. Katanya, dia diancam dengan pecahan gelas agar tidak berteriak. Hanya beberapa menit penyekapannya,” jelasnya.
Setelah mengancam korban, pelaku segera melarikan diri tanpa mengambil barang berharga dari rukan. Padahal, terdapat sejumlah barang elektronik yang bisa saja diambil pelaku.
“Ada enam ponsel dan laptop tapi tidak diambil. Pelaku pakai penutup kepala mas,” ungkapnya.
Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti. Rekaman CCTV dari rukan dan lingkungan sekitar diperiksa untuk mengidentifikasi pelaku.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki kasus tersebut guna menangkap pelaku yang terlibat. (*)







