KabarBaik.co, Jombang – Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kabupaten Jombang menyiapkan tiga turnamen menembak terbuka sepanjang tahun 2026.
Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah menjaring atlet muda berbakat sekaligus mempopulerkan olahraga menembak di kalangan masyarakat.
Ketua Perbakin Jombang Agus Budi Hartono mengatakan, kompetisi akan digelar di Lapangan Tembak Perbakin Jombang dan Lapangan Tembak Korem 082/CPYJ di Dusun Sumbernongko, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.
Menurut Agus, penyusunan agenda kompetisi dilakukan setelah lapangan tembak tersebut diresmikan oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo bersama Bupati Jombang Warsubi.
“Perbakin Jombang dalam waktu dekat akan mengadakan event. Diawali tingkat Jawa Timur se-Jatim. Mungkin yang pertama kita akan menyelenggarakan event menembak Kapolres Cup, kemudian Dandim Cup, kemudian Danrem Cup. Itu agenda di tahun 2026 ini,” kata Agus, Sabtu (6/6).
Agus menjelaskan, turnamen Kapolres Cup dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Selanjutnya, kompetisi Dandim Cup dan Danrem Cup akan digelar pada Oktober 2026.
“Kita dahulukan dulu event menembak Kapolres Cup, kemudian dilanjutkan bulan Oktober,” ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan kompetisi masih menyesuaikan dengan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan lapangan tembak. Fasilitas tersebut meliputi rest area, musala, MCK hingga ruang penyimpanan perlengkapan menembak.
“Tapi dengan catatan, ini masih proses pembangunan fasilitas umum di lapangan tembak,” imbuhnya.
Agus berharap rangkaian turnamen tersebut mampu melahirkan atlet-atlet menembak asal Jombang yang dapat bersaing di tingkat regional hingga internasional.
“Harapan kami nanti muncul atlet-atlet Jombang yang bisa berprestasi di Porprov, PON bahkan Sea Games,” tuturnya.
Untuk peserta, kompetisi akan dibuka bagi kalangan umum, TNI dan Polri. Namun, masyarakat sipil wajib memiliki lisensi menembak yang sah untuk dapat mengikuti pertandingan.
“Jadi masyarakat umum yang punya lisensi menembak. Kalau tidak punya lisensi menembak, secara aturan dan prosedur tidak diizinkan,” tegas Agus.
Ia juga mengapresiasi pembangunan lapangan tembak di kawasan Denanyar yang dinilai akan menunjang pembinaan atlet sekaligus menjadi sarana latihan bagi TNI, Polri dan masyarakat yang memiliki lisensi menembak.
Menurut Agus, prestasi atlet menembak Jombang selama ini cukup membanggakan. Pada Porprov Jatim 2019, kontingen Jombang meraih satu medali perak dan dua perunggu.
Kemudian pada Porprov 2022 berhasil meraih satu emas, satu perak dan satu perunggu. Sementara pada Porprov 2023 menyumbang satu emas dan pada Porprov 2025 meraih dua perak.
Selain itu, Jombang juga pernah melahirkan atlet menembak nasional berprestasi di tingkat internasional.
“Ada atlet menembak nasional yang juara Sea Games, yakni Wafan, dari Jombang,” ucapnya.
Agus menambahkan, lapangan tembak tersebut dibangun menggunakan dana hibah Pemerintah Kabupaten Jombang sebesar Rp 355 juta melalui Perbakin Jombang.
Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 2 hektare itu dilengkapi dinding tanah pengaman dan sarana pendukung untuk menunjang aktivitas latihan maupun kompetisi menembak.
“Pembangunan ini merupakan wujud keinginan Cabor Perbakin Jombang menyusul rekam prestasi atlet menembak Kabupaten Jombang yang selalu menyumbang medali di Porprov Jatim,” pungkasnya.







