KabarBaik.co, Mojokerto – Ribuan jemaah memadati kawasan Taman Bahari Majapahit (TBM), Minggu (7/6) malam. Mereka menghadiri Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam yang digelar Pemerintah Kota dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-108 Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk mendoakan Kota Mojokerto agar senantiasa diberi keberkahan, kemajuan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan bencana.
“Insyaallah malam ini kita semua kelimpahan berkah. Khusus untuk Kota Mojokerto yang sedang memperingati hari jadinya yang ke-108, kami mohon doa dan restu dari panjenengan semua,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita mengaku bersyukur atas kehadiran Gus Iqdam di Kota Mojokerto. Ia berharap pendakwah muda yang memiliki jutaan jamaah itu dapat kembali hadir pada berbagai kesempatan di masa mendatang.
Tak hanya itu, Ning Ita juga menyinggung makna bulan Juni bagi Kota Mojokerto. Menurutnya, selain dikenal sebagai Bulan Bung Karno, Kota Mojokerto memiliki keterkaitan sejarah yang kuat dengan masa kecil Presiden pertama Republik Indonesia tersebut.
“Bung Karno pernah tinggal, bersekolah, dan menjalani masa pertumbuhan di Kota Mojokerto selama kurang lebih delapan setengah tahun,” katanya.
Ia menjelaskan, Kota Mojokerto memiliki Galeri Soekarno Kecil yang menjadi rujukan bagi masyarakat yang ingin mengetahui perjalanan masa kecil Sang Proklamator.
“Kalau sejarah beliau sebagai presiden banyak dikenang di Blitar, maka sejarah masa kecilnya ada di Kota Mojokerto,” jelasnya.
Pada peringatan Hari Jadi ke-108 tahun ini, Pemkot Mojokerto mengusung tema ‘Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Menuju Pembangunan Inklusif yang Berkelanjutan’. Tema tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Di bidang pendidikan, Pemkot Mojokerto terus menyalurkan program beasiswa bagi mahasiswa asal Kota Mojokerto yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sementara di sektor kesehatan, lebih dari 95 persen warga Kota Mojokerto telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Alhamdulillah, angka stunting di Kota Mojokerto saat ini kurang dari satu persen. Ini jauh di bawah target nasional. Artinya, kita sedang menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan unggul,” ungkap Ning Ita.
Selain itu, Kota Mojokerto juga berhasil mempertahankan predikat sebagai salah satu kota paling inovatif di Indonesia selama lima tahun berturut-turut. Menurut Ning Ita, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi yang terus dikembangkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pengajian Akbar bersama Gus Iqdam menjadi salah satu agenda religius dalam rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto. Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Mojokerto berharap peringatan hari jadi tidak hanya menjadi ajang hiburan dan kebersamaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual serta memanjatkan doa bagi kemajuan Kota Mojokerto.








