KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat meski di tengah tantangan keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat melantik enam Kepala UPTD Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto.
Pelantikan yang berlangsung di Kantor Dinkes PPKB Kota Mojokerto itu menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan primer yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Dalam arahannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa layanan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi dan tidak boleh mengalami penurunan kualitas meski kondisi keuangan daerah sedang terbatas.
“Tantangan kita hari ini adalah di tengah keterbatasan fiskal seluruh daerah Indonesia. Layanan kesehatan ini layanan primer, layanan wajib dasar, tidak boleh ada penurunan. Semangatnya harus tetap baik meskipun keterbatasan fiskal,” kata Ning Ita Rabu (3/6).
Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional. Hal itu sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia melalui sektor kesehatan, pendidikan, sains, dan teknologi.
Di tingkat daerah, komitmen tersebut juga tercermin dalam misi pertama pembangunan Kota Mojokerto yang fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan dan peningkatan layanan pendidikan serta kesehatan.
Ning Ita juga mengingatkan pentingnya empati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Ketika menghadapi masyarakat, coba kita kedepankan rasa empati. Jika memang kondisi masyarakatnya secara ekonomi kurang, bagaimana kita upayakan bisa memberikan pelayanan sesuai yang mereka butuhkan. Di sini diperlukan komunikasi yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai kemampuan komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan. Petugas kesehatan tidak hanya dituntut memberikan layanan medis, tetapi juga harus mampu menjelaskan aturan dan mekanisme layanan secara persuasif kepada masyarakat.
“Puskesmas ini garda terdepan. Saya yakin puskesmas masih tetap menjadi primadona warga untuk layanan pertama. Maka dibutuhkan kesabaran dan cara berkomunikasi yang persuasif agar masyarakat memahami sistem layanan kesehatan yang berlaku,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Ning Ita meminta enam kepala puskesmas yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja masing-masing. Ia juga mendorong mereka membangun kekompakan bersama jajaran serta menghadirkan inovasi pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kepala puskesmas yang baru dilantik harus mampu membangun tim yang solid dan menghadirkan inovasi layanan yang berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.






