KabarBaik.co, Sidoarjo — PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) memperkuat keandalan penyaluran energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit #1 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) yang berlangsung di Sidoarjo. Melalui serah terima itu, PLN UIT JBM mulai mengelola dan mengoperasikan infrastruktur transmisi yang menjadi bagian penting dalam menyalurkan listrik dari PLTP Ijen ke sistem kelistrikan.
Aset yang diserahterimakan meliputi 83 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi serta dua bay line di Gardu Induk (GI) 150 kV Banyuwangi.
PLTP Ijen Unit #1 yang dikelola PT MCG memiliki kapasitas 34 megawatt (MW). Pembangkit tersebut menjadi salah satu sumber energi panas bumi di Jawa Timur yang mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) dalam sistem kelistrikan nasional.
General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan serah terima aset tersebut tidak hanya menandai penyelesaian salah satu tahapan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga menjadi awal tanggung jawab PLN dalam memastikan aset transmisi beroperasi secara optimal.
“Serah terima 83 tower transmisi SUTT 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi dan dua bay line di GI 150 kV Banyuwangi bukan hanya menjadi penanda selesainya salah satu tahapan proyek, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal,” ujarnya, Kamis (13/8).
Menurut Ika, keandalan jaringan transmisi menjadi faktor penting agar listrik yang dihasilkan dari PLTP Ijen dapat disalurkan dengan aman dan berkelanjutan kepada sistem kelistrikan.
Karena itu, PLN UIT JBM akan menjaga aset tersebut melalui kegiatan pengoperasian dan pemeliharaan secara konsisten sesuai standar yang berlaku.
“PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin hijau. Masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT MCG Femi Firsadi Sastrena mengapresiasi sinergi dengan PLN selama proses pembangunan PLTP Ijen. Ia menilai kolaborasi kedua pihak menjadi salah satu faktor pendukung penyelesaian proyek hingga memasuki tahap pengelolaan aset oleh PLN.
“Kerja sama yang baik antara PT MCG dan PLN telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam penyelesaian proyek PLTP Ijen Unit #1. Kami mengapresiasi sinergi yang telah terbangun dan berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan energi panas bumi dan energi bersih di Indonesia,” ujarnya.
Pembangunan infrastruktur Special Facilities PLTP Ijen telah berlangsung sejak 2024. Tahapannya diawali dengan kick off meeting pada November 2024, kemudian PLTP Ijen mencapai Commercial Operation Date (COD) pada Februari 2025, sebelum dilanjutkan dengan proses serah terima aset kepada PLN. Dengan beralihnya pengelolaan infrastruktur transmisi tersebut, PLN UIT JBM memastikan jaringan pendukung PLTP Ijen tetap dalam kondisi andal sehingga listrik dari sumber panas bumi dapat tersalurkan secara optimal.
Kolaborasi PLN dan pelaku usaha pembangkitan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapan infrastruktur transmisi dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan. Keandalan jaringan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun sistem kelistrikan yang lebih bersih, tangguh, dan mampu mendukung kebutuhan energi masyarakat serta aktivitas ekonomi di Jawa Timur. (*)








