KabarBaik.co – Cuaca panas ekstrem yang melanda Jombang mulai berdampak serius pada sektor peternakan. Produksi telur dari peternak ayam petelur dilaporkan turun hingga 10 persen.
Salah satu peternak di Desa Mojotengah, Bareng, Eko, mengaku hasil panen hariannya menurun akibat suhu panas yang memicu stres pada ayam.
“Kalau cuaca normal bisa panen 275–300 kg per hari. Tapi sekarang turun 5–10 persen. Warna cangkangnya juga berubah, jadi lebih pucat,” ujar Eko, Jumat (17/10).
Menurut Eko, ayam yang stres cenderung kehilangan nafsu makan, sehingga asupan nutrisi berkurang dan berdampak langsung pada kualitas serta jumlah telur.
Tak hanya soal produksi, cuaca ekstrem juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit pada ternak. Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jombang, Moch Saleh, menyebut unggas jenis umbaran (free-range) lebih rentan terserang penyakit.
“Kami mengingatkan peternak untuk lebih waspada. Marek Disease salah satu yang perlu diwaspadai, bisa sebabkan kelumpuhan dan kematian pada unggas,” kata Saleh.
Selain Marek, penyakit pernapasan seperti pilek pada ayam juga menjadi kekhawatiran utama para peternak.
Untuk mencegah kerugian lebih besar, Eko dan peternak lain mulai melakukan berbagai langkah, seperti memasang kipas angin, memperbaiki sirkulasi udara kandang, serta memberikan vitamin dan pakan berkualitas guna menjaga daya tahan ayam.
Sementara itu, Disnak Jombang mendorong upaya pencegahan menyeluruh, seperti. Vaksinasi rutin, pemberian vitamin untuk imunitas,menjaga kebersihan kandang, manajemen pakan dan air.
“Pemantauan kesehatan ternak perlu dilakukan secara berkala agar gejala penyakit bisa cepat ditangani,” tegas Saleh.
Disnak juga membuka layanan pendampingan teknis dan konsultasi bagi para peternak di tengah ketidakpastian berakhirnya cuaca ekstrem ini. (*)






