Proyek Drainase di Jalan dr Moestopo Surabaya Bikin Kemacetan Luar Biasa

oleh -66 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 30 at 7.11.57 PM
Proyek Drainase di Jalan Moestopo yang bikin macet (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya – Proyek pembangunan konektivitas saluran drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo menimbulkan kepadatan dan kemacetan luar biasa. Pemkot Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas hal tersebut.

Pemkot Surabaya mengatakan proyek ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan masalah genangan air yang kerap terjadi di kawasan Karang Menjangan.

“Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo,” ujar Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Adi Gunita, Selasa (30/6).

Menurut Adi, proyek yang mulai dikerjakan pada Kamis, 25 Juni 2026 tersebut berupa pembangunan box culvert sebagai saluran penghubung menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

“Di situ memang ada proyek galian pembangunan box culvert. Konektivitas saluran ke arah pompa Dharmahusada, menyambung ke trotoar saluran yang di daerah Moestopo dan Karang Menjangan. Jadi untuk menangani masalah problem genangan yang ada di Karang Menjangan. Salah satunya itu,” jelasnya.

Proyek ini ditargetkan berlangsung selama sekitar empat bulan atau hingga awal September 2026. Namun, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan di jalur arteri Jalan Prof. Dr. Moestopo guna meminimalkan dampak kemacetan.

“Jadi memang proyeknya selama empat bulan, tapi kita kejar untuk di posisi jalan arterinya yang Moestopo itu kita percepat,” tambahnya.

Adi mengakui bahwa percepatan pekerjaan sempat terkendala karena adanya persinggungan dengan utilitas milik PDAM yang berada di lokasi proyek, yang sempat menyebabkan kebocoran pipa.

Lingkup pekerjaan mencakup penggalian mulai dari depan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang lampu lalu lintas Jalan Karang Menjangan. Setelah rampung, saluran baru ini akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada untuk kemudian dibuang ke Kali Jeblokan, sehingga genangan diharapkan bisa lebih cepat surut.

Untuk mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat, konstruksi dilakukan pada malam hari, tepatnya pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). Sementara pada siang hari, dilakukan rekayasa lalu lintas dan penempatan personel untuk mengatur arus kendaraan.

“Jadi ngapunten (mohon maaf) pengerjaan memang kita lakukan malam hari… Jadi kalau sekiranya tadi memang ada sedikit bottleneck, penyempitan, kami mohon maaf kepada para pengguna jalan,” ucap Adi.

Agar target waktu terpenuhi, pekerjaan juga tetap berjalan setiap hari tanpa libur, termasuk pada tanggal merah atau hari libur nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.