Rakor Satgas MBG, Sekda NTB Pesan Waspasai Penyakit “Tau-tau”

oleh -92 Dilihat
Sekda NTB Abul Chair saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG tingkat Provinsi NTB, Kamis (23/4) di Mataram.
Sekda NTB Abul Chair saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG tingkat Provinsi NTB, Kamis (23/4) di Mataram.

KabarBaik.co, Mataram – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Abul Chair menekankan tanggung jawab besar dan kewajiban moral dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG tingkat Provinsi NTB, Kamis (23/4) di Mataram.

Dalam arahannya, Abul Chair mengutip pesan moral dan perintah agama bahwa menjadi kewajiban orang tua dan kewajiban aparatur negara untuk tidak meninggalkan generasi dalam keadaan yang masih lemah.

“Namun takutlah kalian ketika meninggalkan generasi anda yang masih lemah. Ada tanggung jawab moral yang besar untuk mencerdaskan dan menyehatkan generasi, jangan sampai mereka tertinggal dan diabaikan begitu saja,” tegas Abul Chair.

Menurutnya, amanah dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui program MBG ini adalah wujud nyata dari kewajiban tersebut.

Negara hadir untuk memastikan generasi penerus tidak hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, kuat mental, dan beriman.

Abul Chair juga mengingatkan seluruh jajaran agar tidak terjangkit penyakit “Tau-tau”, yaitu sikap abai dan lalai terhadap tugas. Ia menekankan bahwa kelalaian dalam menjalankan mandat ini berdampak langsung pada masa depan anak bangsa.

“Jangan sampai kita abai, tau-tau angka stunting kita masih tinggi, derajat kesehatan kita masih rendah, dan angka kemiskinan juga masih tinggi. Kita tidak boleh membiarkan generasi kita miskin ilmu, lemah iman, dan lemah fisik,” ujar mantan Kepala BPKP Jawa Timur ini.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satgas di tingkat Kabupaten/Kota untuk bekerja maksimal, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan program sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Program ini bukan hanya soal membagikan makanan, tetapi menjadi ujung tombak pencetak SDM unggul di masa depan.

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani, melaporkan bahwa rakor ini bertujuan menyamakan persepsi dan langkah. Saat ini, tercatat masih ada 126 dapur yang belum beroperasi karena belum memenuhi syarat teknis seperti SLHS dan IPAL.

Ia berharap kendala tersebut dapat segera diselesaikan pada April ini agar ribuan penerima manfaat tidak lagi terdampak.

Selain aspek pembinaan generasi, Abul Chair juga menekankan pentingnya pemenuhan bahan baku dari produksi dalam daerah. Mengingat NTB kaya akan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan, suplai dari lokal akan memberikan dampak positif yang besar bagi perputaran ekonomi masyarakat.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.