Rekontruksi Perampokan Sadis di Imaan Gresik, Asrofin Peragakan 27 Adegan, Midhol Masih Buron

oleh -94 Dilihat
43d51972 7501 4239 af65 82e5ff4b6368
Tersangka Asrofin (dua dari kiri) saat rekontruksi pembunuhan Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik. (Foto: Ist/Andika DP)

KabarBaik.co – Lebih tiga bulan berlalu, kasus perampokan sadis pada 16 Maret 2024 di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik kembali mencuat. Rabu (3/7), Satreskrim Polres Gresik bersama Kejari Gresik menggelar rekontruksi peristiwa yang menewaskan Wardatun Toyibah tersebut.

Kepolisian dan Kejaksaan menghadirkan tersangka Asrofin, 40, dalam rekontruksi ini. Asrofin merupakan satu dari tiga pelaku perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik pada pertengahan Maret lalu. Pelaku Sobikhul Alim telah meninggal dunia karena menenggak sianida dan pelaku utama Ahmad Midhol masih buron.

Demi pertimbangan keamanan, rekonstruksi digelar di kawasan Aspol Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Reka ulang adegan itu berfokus terhadap aktivitas yang dilakukan oleh tersangka Asrofin selama perampokan sadis itu terjadi.

Penyidik Kejari Gresik A. A. Ngurah Wirajaya menjelaskan, ada 27 adegan yang diperagakan tersangka Asrofin. “Rekontruksi ini dalam rangka memenuhi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke persidangan,” ucapnya, Rabu (3/7).

Dari rekontruksi itu, tampak jelas keterlibatan Asforin pada perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik. Ia berperan memantau lokasi kejadian dengan berpura-pura menjadi pelanggan toko, mencongkel pintu belakang rumah korban menggunakan linggis, hingga mengobrak-abrik toko.

Asrofin yang ditangkap pada April 2024 lalu, juga bertugas membuang barang bukti yang digunakan selama perampokan. Diantaranya linggis, karung, tali, dan HP milik korban. Barang-barang itu dibuang di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Dukun.

Usai menjalankan aksinya, ketiga pelaku juga berkumpul di kamar Midhol. Salah satunya untuk merencanakan pelarian serta pembagian hasil perampokan sadis tersebut. Betapa tidak, mereka berhasil menggondol uang sekitar Rp 150 juta dan satu buah HP.

Ditanyai usai rekontruksi, Asrofin pun mengaku hanya menjalankan perintah Midhol selaku pelaku utama. Ia bahkan hanya kebagian sedikit dari hasil perampokan tersebut. “Saya hanya mendapat bagian Rp 8 juta dan HP saja. Semuanya atas perintah Midhol,” bebernya.

Uang tersebut dipakai Asrofin untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu. Hingga kini, dirinya mengaku tidak mengetahui keberadaan Midhol. Sebab setelah kejadian jarang bahkan tidak pernah berkomunikasi kembali.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menegaskan perburuan Midhol terus berlanjut. Midhol sangat licin dan sering berpindah tempat. “Midhol sudah kami tetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Saat ini anggota masih terus melakukan pengejaran,” terangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.