Rekor! Dulu Penjual Kerupuk, Kini Satu-satunya Anggota Dewan Terlama di Surabaya

oleh -454 Dilihat
FOTO JADUL: Baktiono (duduk sebelah kanan) berfoto bersama Megawati Soekarno Putri. Tampak di sebelahnya Armuji, yang kiini menjadi Wawali Kota Surabaya. (ICapture G Baktiono)

KabarBaik.co- Usianya memang tidak lagi muda. Pada 19 Oktober nanti genap berusia 62 tahun. Namun, semangatnya masih terang. Menyala-nyala. Pun begitu dengan solidaritas serta pengabdiannya. Ia adalah Baktiono. Politikus yang pada Pemilu 2024 ini hampir dipastikan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Surabaya.

Keterpilihan Baktiono tersebut untuk kali keenam pemungutan suara langsung. Dia duduk di kursi legislatif sejak Pemilu 1999 silam. Dari PDI Perjuangan. Hampir separo usianya dihabiskan sebagai wakil rakyat. Selama 25 tahun. Dan, bakal ditambah 5 tahun periode berikutnya hingga 2029 mendatang.

Kini, Baktiono menjadi satu-satunya anggota dewan terlama dalam sejarah kedewanan Kota Pahlawan. Rekor! Pada Pemilu 2024, Baktiono kembali maju dari daerah pemilihan (Dapil) Surabaya II (Kecamatan Tambaksari, Pabean Cantian, Semampir, dan Kenjeran). Data dari real count KPU, suara yang didapatkannya paling tinggi di dapil tersebut. Sampai Kamis (29/2), caleg bernomor satu itu meraup lebih dari 7 ribu suara.

Berebut Kursi ke Senayan, Nasib Arteria Dahlan Bak Pungguk Merindukan Bulan

‘’Kuncinya cuma satu. Komitmen dan konsisten melayani wong cilik,’’ kata Baktiono kepada KabarBaik.co melalui sambungan telepon, Kamis (29/2).

Baca juga:  Inilah Caleg Beserta Parpol Calon Penghuni Gedung DPRD Gresik

Pernyataan itu memang bukan sekadar manis di mulut. Namun, selama ini benar-benar dipraktikkan. Rumah Baktiono di kawasan Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya, sudah biasa didatangi warga. Terutama dari masyarakat bawah. Mereka mengadu. Menyampaikan aspirasi langsung. Baktiono pun cepat merespons. Sekuat-kuat ikhtiarnya.

Baktiono bercerita, keluhan paling banyak soal layanan dan bantuan BPJS Kesehatan untuk masyarakat kurang mampu. Sebetulnya, Pemkot Surabaya sudah mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk layanan BPJS Kesehatan. Namun, tidak sedikit warga yang masih belum ter-cover. Karena itu, Baktiono biasanya memberikan ”surat sakti’’. Rekomendasi bagi mereka untuk mendapat layanan kesehatan.

Aspirasi lain yang kerap masuk, lanjut dia, masalah pendidikan. Terlebih menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Rata-rata yang datang juga dari warga kurang mampu. Mereka berharap bisa masuk ke sekolah negeri lantaran faktor biaya. Problemnya, bangku sekolah negeri di Kota Surabaya masih terbatas. Peminatnya membeludak. ‘’Saya pun sering mengupayakan masyarakat kurang mampu itu agar bisa tertampung,’’ tegasnya.

Baca juga:  Wow! MK Banjir Gugatan Hasil Pemilu 2024, Sudah Masuk 265 Perkara

Real Count KPU, Ini 50 Calon Terpilih Anggota DPRD Surabaya, Mayoritas Wajah Baru

Namun, warga yang datang tidak hanya untuk mengadu. Baktiono kerap juga menerima ucapan terima kasih dari masyarakat. Dia pun mengaku trenyuh. Misalnya, ada orang tua datang dan menyampaikan terima kasih setelah anak yang pernah ditolongnya itu telah sarjana. Anak bersangkutan dapat bantuan sejak SD, SMP, SMA, sampai bidikmisi kuliah. ‘’Mendengar itu saya sungguh ikut senang,” ujarnya.

Baktiono percaya betul dengan adagium siapa berniat baik dan berbuat baik, jalannya pasti akan dilancarkan oleh Sang Khaliq. Dia pun mengaku tidak banyak mengeluarkan uang untuk dapat kembali melenggang sebagai wakil rakyat. ‘’Saya biasanya menyebarkan ribuan kartu nama beserta program kerja kepada masyarakat pada saat menghadapi Pemilu. Begitu terpilih, maka kantor anggota dewan ya di komisi-komisi. Bukan di luar. Rajin masuk. Saya sudah pernah masuk ke semua komisi di dewan,’’ kata pria yang kini menjadi ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya itu.

Tidak banyak politikus senior PDIP di Kota Surabaya yang seangkatan dengan Baktiono. ‘’Saya itu dulu sengkatan dengan Armuji (Wakil Wali Kota Surabaya, Red) dan Bambang D.H. (mantan Wali Kota Surabaya yang kini anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Red). Memang sudah banyak yang almarhum,’’ jelasnya.

Baca juga:  Dapat Kursi Terbanyak di Parlemen, PDIP Cilacap Buka Peluang Koalisi

Sebelum menjadi anggota dewan, politikus yang juga sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya itu pernah menjalani pekerjaan sebagai penjual kerupuk. Ke depan, Baktiono berharap jejak perjuangan dan menebar kebermanfaatan itu bisa dilanjutkan anak-anaknya. Dua anaknya menempuh pendidikan di program studi kedokteran. Seorang lagi di bidang desainer. ’’Perjuangan membersamai wong cilik,’’ ungkapnya.

Menuju Grahadi 2024, Unggahan ”Jatim All In Bu Khofifah”, Respons Netizen Mengejutkan

Baktiono mengatakan, salah satu tokoh yang terus menjadi inspirasi hidupnya tidak lain adalah Ir Soekarno alias Bung Karno. Sosok yang tidak banyak memikirkan kebendaan. Seluruh hidup Bapak Proklamator itu tercurah demi bangsa. Anak dan keturunan Bung Karno pun tak mendapat warisan harta berlimpah. Namun, warisan api semangat dan pengabdian. (kb01)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.