Resmikan 1.061 KDKMP, Ini Manifesto Prabowo Melawan Ketimpangan Desa

oleh -117 Dilihat
WhatsApp Image 2026 05 16 at 3.51.45 PM
Presiden Prabowo resmikan 1.069 KDKMP di Desa Nglawak Kertosono, Nganjuk (Agus Karyono)

KabarBaik.co, Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto didampingi jajaran menteri Kabinet Merah Putih meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak, Sabtu (16/5) di Nganjuk. Langkah ini bukan sekadar seremoni gunting pita, melainkan ikhtiar besar untuk memutus rantai ketergantungan desa pada tengkulak dan modal yang mencekik.

“Setiap desa harus punya kekuatan sendiri. Dulu petani punya hasil bagus, tapi tidak ada yang beli karena akses pasar sulit. Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pikap sendiri. Bisa mengantar hasil panen ke pasar yang diinginkan,” ujar Prabowo menekankan pentingnya kemandirian logistik desa.

Selama ini, cerita klasik di pelosok kampung selalu seragam. Petani yang menjerit karena pupuk subsidi yang langka, gabah yang dihargai murah saat panen raya, hingga urusan dapur yang terhimpit harga sembako.

Melalui Koperasi Merah Putih, wajah desa diubah menjadi pusat kendali ekonomi mandiri. Koperasi kini menjelma sebagai penyalur pupuk, penyedia elpiji, pusat logistik, hingga apotek obat murah bagi warga.

“Masa pengusaha besar dapat kredit 9 persen, tapi emak-emak di kampung bunga 24 persen. Itu tidak benar. Kita ubah,” tegas Presiden ke-8 RI tersebut, menyoroti pemotongan bunga pinjaman PNM Mekar menjadi 8 persen demi keadilan modal.

Pemerintah bergerak cepat. Targetnya tidak main-main, dari ribuan yang diresmikan hari ini, target raksasa 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi ditargetkan aktif beroperasi pada Agustus 2026.

“Hari ini Bapak Presiden tidak meresmikan gedung, tidak meresmikan jalan atau jembatan. Yang diresmikan adalah instrumen keadilan, keadilan ekonomi bagi desa Indonesia,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang melihat program ini sebagai pengejawantahan nyata dari Pasal 33 UUD 1945.

Pergerakan fisik di lapangan pun terbilang masif. Di Jawa Timur dan Jawa Tengah saja, ratusan unit koperasi telah berdiri kokoh dan siap beroperasi penuh.

Tak sekadar membangun dinding dan menyiapkan etalase, pemerintah juga tengah sibuk menjaring puluhan ribu manajer serta tenaga pengelola untuk memastikan roda bisnis koperasi ini berputar sehat dan melek digital.

“Karena itu kami pastikan pendampingan manajemen, digitalisasi, dan penguatan SDM terus dilakukan agar koperasi hidup dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Menteri Koperasi, Ferry Juliantono.

Ketika truk-truk koperasi mulai berjalan mengangkut hasil bumi langsung ke pasar, desa tidak lagi berdiri sebagai penonton di pinggiran ekonomi nasional, melainkan sebagai motor utama kekuatan bangsa. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.