KabarBaik.co, Mojokerto – Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan pentingnya standar kelayakan operasional dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Mojokerto. Hal itu disampaikan saat meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wates, Kecamatan Magersari.
Perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu mengatakan, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Dalam rangka menjamin agar makan bergizi gratis ini bisa terlaksana sesuai niat baik Bapak Presiden untuk menyehatkan anak-anak Indonesia dan menciptakan generasi emas, maka SPPG yang bertugas menyiapkan MBG harus memenuhi standar kelayakan operasional,” kata Ning Ita, Sabtu (16/5).
Ning Ita mengapresiasi langkah SPPG Wates yang telah mengikuti arahan tim verifikasi dengan melakukan relokasi dapur agar seluruh standar operasional dapat terpenuhi secara maksimal.
Menurutnya, kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat harus menjadi perhatian utama. Karena itu, jumlah SPPG di Kota Mojokerto ditambah dari semula 17 menjadi 28 unit.
“Jumlah penerima manfaat per SPPG dibatasi sekitar 2.500 orang agar kualitas makanan tetap terjaga. Mari kita jaga bersama-sama dan kita awasi bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan program MBG juga diintegrasikan dengan sejumlah program prioritas nasional lain, seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program ketahanan pangan.
Ke depan, SPPG diharapkan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih yang bekerja sama dengan kelompok tani, kelompok budidaya ikan hingga peternak lokal untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan.
“Kalau program-program ini saling bertautan, maka akan terbentuk sirkular ekonomi di masing-masing wilayah terkecil,” pungkasnya. (*)







