KabarBaik.co, Sidoarjo – Angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan. Hingga Juni 2026, data kumulatif Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 7.230 kasus HIV/AIDS sejak pertama kali ditemukan pada 2001.
Fakta tersebut menjadi alarm bahwa upaya pencegahan harus diperkuat dari hulu, terutama melalui edukasi kepada generasi muda.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak, menegaskan penyebaran HIV/AIDS memiliki penyebab yang kompleks sehingga penanganannya tidak bisa hanya bertumpu pada layanan kesehatan. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan masyarakat harus memiliki peran yang sama dalam membangun kesadaran sejak dini.
“Ini salah satu yang memang sumber masalahnya macam-macam. Pendidikan seksual sedini mungkin ini kadang dianggap tabu. Tetapi sebenarnya, ini juga bagian dari langkah konkret yang bisa membentengi dari kemudian permasalahan ini terjadi karena pergaulan bebas. Ini yang kita jaga,” ujar Emil, Minggu (26/7).
Emil menilai pendidikan seksual bukanlah mengajarkan perilaku menyimpang kepada anak, melainkan memberikan pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, risiko penyakit menular seksual, hingga pentingnya menjaga diri dari perilaku berisiko.
Edukasi tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan penguatan karakter dan nilai-nilai moral agar generasi muda memiliki benteng yang kuat.
“Yang kita bangun bukan hanya pengetahuannya, tetapi juga karakternya. Anak-anak harus memahami realita kesehatan yang ada, sekaligus memiliki pegangan moral dan spiritual agar tidak mudah terjerumus pada perilaku yang berisiko,” tambahnya.
Menurut Emil, upaya pencegahan HIV/AIDS harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, hingga keluarga memiliki tanggung jawab yang sama dalam memberikan edukasi sekaligus menghapus stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV), sehingga mereka tetap mendapatkan layanan kesehatan dan dukungan sosial yang layak.
Di Kabupaten Sidoarjo sendiri, persoalan HIV/AIDS tidak hanya menyasar kelompok usia dewasa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, terdapat 53 anak berstatus pelajar yang hidup dengan HIV.
Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini, pendampingan keluarga, serta penguatan karakter untuk memutus mata rantai penularan dan melindungi generasi muda dari ancaman HIV/AIDS.(*)






