Kasus Anak Terpapar HIV di Sidoarjo Jadi Sorotan, Dinkes Tegaskan Angka yang Viral Tidak Benar

oleh -73 Dilihat
Dialog Dinas Kesehatan Sidoarjo di halaman Kantor Setda Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Dialog Dinas Kesehatan Sidoarjo di halaman Kantor Setda Kabupaten Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo — Kasus HIV/AIDS pada anak sekolah di Kabupaten Sidoarjo belakangan menjadi sorotan publik setelah beredar informasi di media sosial yang menyebutkan jumlah pelajar yang terpapar mencapai lebih dari 500 orang. Informasi tersebut memicu keresahan masyarakat hingga akhirnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo memberikan klarifikasi resmi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan kabar yang beredar tersebut tidak sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah. Berdasarkan data kumulatif sejak 2001 hingga 2026, jumlah kasus HIV/AIDS pada kelompok usia pelajar 11–17 tahun tercatat sebanyak 60 kasus.

“Dari total 60 kasus kumulatif tersebut, dilaporkan ada 7 anak yang telah meninggal dunia. Sehingga, data riil saat ini tercatat ada 53 anak usia pelajar yang teridentifikasi HIV/AIDS,” ujarnya usai dialog di halaman Kantor Setda Kabupaten Sidoarjo, Rabu (22/7).

Selain kelompok usia pelajar, Dinkes Sidoarjo juga mengungkap kondisi HIV pada balita dan anak usia 0–10 tahun. Sejak 2001 hingga 2026 tercatat sebanyak 117 kasus pada kelompok usia tersebut.

Namun, dari jumlah itu sebanyak 35 anak dilaporkan meninggal dunia, sementara 50 anak berstatus lost to follow up (putus kontak), sehingga tidak lagi diketahui keberadaannya, baik karena berpindah domisili maupun sebab lainnya.

“Dengan demikian, saat ini masih terdapat 32 balita dan anak yang teridentifikasi aktif mengidap HIV dan seluruhnya menjalani pengobatan secara rutin menggunakan terapi antiretroviral (ARV),” terang Lakhsmie.

Di sisi lain, Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak salah memahami data HIV/AIDS yang beredar. Secara kumulatif, sejak tahun 2001 hingga Juni 2026, Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 7.230 kasus HIV/AIDS dari seluruh kelompok usia.

Lakhsmie menjelaskan tingginya angka kasus yang ditemukan selama ini juga dipengaruhi semakin masifnya pelaksanaan skrining HIV di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan agar infeksi dapat diketahui lebih dini sehingga pasien segera memperoleh pengobatan ARV, kualitas hidup tetap terjaga, sekaligus menekan risiko penularan kepada orang lain.

Berdasarkan kelompok faktor risiko, laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) masih menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan sekitar 1.193 kasus. Data tersebut menjadi dasar bagi Dinkes untuk terus memperkuat edukasi, pencegahan, serta perluasan layanan deteksi dini kepada kelompok berisiko.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV (ODHIV), termasuk anak-anak yang terpapar. Penanganan HIV saat ini sudah jauh lebih baik karena pasien yang rutin menjalani terapi ARV dapat hidup sehat, produktif, serta memiliki risiko penularan yang sangat rendah apabila pengobatan dijalankan secara teratur.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama berbagai pihak terus mengintensifkan edukasi, skrining, pendampingan, serta pengobatan HIV/AIDS sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran kasus dan memastikan setiap ODHIV mendapatkan akses layanan kesehatan yang optimal.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.