KabarBaik.co, Jombang – Musim kemarau tak hanya memicu kekeringan dan krisis air bersih, tetapi juga berdampak pada meningkatnya kasus pneumonia di Kabupaten Jombang.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang mencatat sebanyak 617 pasien pneumonia menjalani perawatan selama musim kemarau tahun ini. Dari jumlah tersebut, 52 pasien meninggal dunia karena datang dalam kondisi berat dan memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, mengatakan cuaca panas, kering, dan berdebu saat musim kemarau membuat masyarakat lebih rentan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dapat berkembang menjadi pneumonia.
“Di musim kemarau ini, kasus ISPA yang kami diagnosis sebagai pneumonia memang cukup tinggi,” kata Pudji, dalam keterangannya Kamis (23/7).
Ia menjelaskan, RSUD Jombang rata-rata menerima dua hingga tiga pasien pneumonia setiap hari atau sekitar 80 pasien dalam sebulan.
Menurut Pudji, sebagian besar pasien yang meninggal datang ke rumah sakit dalam kondisi sudah akut.
“Selain itu, mereka juga memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan komorbid lainnya sehingga penanganan menjadi lebih sulit,” tandasnya.
RSUD Jombang memperkirakan jumlah kasus masih berpotensi bertambah selama musim kemarau berlangsung.
Karena itu, masyarakat diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi berdebu.
“Warga yang mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas, juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar tidak berkembang menjadi pneumonia yang lebih berat,” pungkasnya.






