KabarBaik.co, Lamongan – Kecintaan terhadap sepak bola tak selalu diwujudkan lewat aksi di lapangan hijau. Bagi Rifqee Hulk, desainer jersey profesional asal Lamongan, gairah itu justru dituangkan melalui karya visual yang sarat makna.
Sejak duduk di bangku SMP, Rifqee sudah menunjukkan minatnya di dunia desain. Berbekal passion yang kuat, ia mulai merancang jersey untuk kelasnya. Langkah awal yang kemudian mengantarkannya menekuni bidang tersebut secara serius.
Kerja keras, konsistensi, dan kualitas desain yang ia bangun perlahan membuahkan hasil. Pada 2024, Rifqee dilirik Apparel Allegiant untuk berkolaborasi dalam pembuatan jersey Lamongan Football Culture (LFC).
Kolaborasi itu terus berlanjut. Terbaru, Rifqee bersama Apparel Allegiant merilis karya keempat mereka, yakni jersey LFC 3.0 yang menampilkan ragam ikon kebanggaan Kabupaten Lamongan dalam satu desain utuh.
“Desain saya di jersey LFC 3.0 ini yang paling kompleks dari semua desain seri LFC sebelumnya. Di seri ini saya memadukan ikon-ikon kebanggaan Lamongan ke dalam satu jersey. Ada figur Joko Tingkir, Tugu Bandeng Lele, Stadion Surajaya, hingga Logo Ambigram HJL ke-457,” kata Rifqee Hulk, Jumat (24/4).
Melalui unggahan di Instagram @apparelallegiant, jersey LFC 3.0 tampil dengan kombinasi warna biru dan cream denim. Setiap elemen visual yang disematkan memiliki filosofi tersendiri.
Figur Joko Tingkir menjadi inspirasi utama sekaligus representasi identitas sepak bola Lamongan. Selain itu, terdapat visual Tugu Bandeng dan Lele sebagai landmark daerah, serta Stadion Surajaya yang dikenal sebagai titik kumpul suporter.
Tak hanya itu, logo ambigram HJL ke-457 turut dihadirkan sebagai bentuk penghormatan artistik terhadap Hari Jadi Lamongan.
Unsur visual lain seperti awan bergejolak menggambarkan perjalanan penuh tantangan, yang kemudian diimbangi dengan elemen “Cahaya Gemilang” sebagai simbol harapan dan kebangkitan.
Rifqee juga menambahkan berbagai ikon pendukung, seperti angka 1967 yang merujuk pada tahun berdirinya perserikatan sepak bola Lamongan, simbol air sebagai keseimbangan, tiga bulatan sebagai persatuan, hingga keris yang melambangkan kekuatan dan keberanian.
Selain itu, terdapat siluet piala sebagai simbol kemenangan, bintang sebagai lambang kejayaan, tameng yang merepresentasikan kepercayaan diri, serta Gapura Paduraksa sebagai identitas daerah.
Sebelas garis lancip yang mengarah ke atas turut disematkan sebagai representasi optimisme tim dalam setiap pertandingan, baik kandang maupun tandang.
Bagi Rifqee, setiap desain yang ia ciptakan bukan sekadar estetika, melainkan juga sarat pesan dan harapan.
“Seberat apapun masa yang kita lalui, kita tetap harus punya keteguhan untuk bersinar kembali. Selaras dengan satu visi yang kita semua impikan bersama yakni membawa Persela kembali ke Liga 1,” harap Rifqee.(*)







