KabarBaik.co, Batu – Memasuki satu tahun kepemimpinan Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, arah pembangunan Kota Batu difokuskan pada tiga fondasi utama, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), pelestarian lingkungan, serta penataan birokrasi. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025 dengan visi Mbatu Sae, sektor pendidikan ditempatkan sebagai prioritas strategis pembangunan jangka panjang.
Salah satu program unggulan yang kini berjalan adalah program Beasiswa 1.000 Sarjana. Program tersebut dirancang untuk menekan kesenjangan antara jumlah lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja di daerah. Pemerintah Kota Batu juga menggandeng sektor swasta melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan program, termasuk dukungan dari Bank Jatim.
Wali Kota Batu, Nurochman menegaskan, program beasiswa itu menjadi komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan. “Program Beasiswa 1.000 Sarjana merupakan komitmen Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan layanan serta pemerataan pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM. Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun peradaban dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Nurochman, Senin (9/3).
Ia menyebutkan, hingga saat ini ratusan pendaftar telah diverifikasi untuk menerima bantuan pembiayaan kuliah, mulai dari pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga tunjangan bagi mahasiswa kurang mampu. Selain itu, Pemkot Batu juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur agar program tersebut dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Nurochman menjelaskan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik. “Kami bersyukur dengan momen satu tahun ini dan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kinerja pelayanan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia memastikan sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan terus diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dari strategi pembangunan berkelanjutan di Kota Batu. Menurutnya, sebagai daerah yang dikenal dengan potensi pariwisata dan pertanian, keseimbangan lingkungan harus tetap dijaga demi mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat.
“Lingkungan adalah kekuatan utama Kota Batu. Jika kita abai, dampaknya bukan hanya pada ekologi, tetapi juga pada ekonomi masyarakat yang bergantung pada keindahan dan ketertiban kota ini,” ujarnya.
Heli juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN) agar pelayanan publik dapat berjalan lebih cepat, jelas, dan responsif. “Masyarakat harus merasakan pelayanan yang lebih cepat dan jelas. Itu komitmen kami sejak awal pemerintahan,” tegasnya.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu menegaskan dukungannya terhadap program 1000 Sarjana yang menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Batu dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan peran komunikasi publik untuk menyebarluaskan informasi terkait program tersebut kepada masyarakat secara luas.
“Diskominfo siap mendukung program 1000 Sarjana melalui penguatan penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Kami akan memanfaatkan berbagai kanal komunikasi resmi pemerintah agar masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda di Kota Batu, dapat mengetahui dan mengakses informasi program ini dengan mudah,” terang Aries.
Ia menjelaskan, penyampaian informasi akan dilakukan melalui berbagai platform komunikasi milik pemerintah, seperti website resmi pemerintah daerah, media sosial, hingga kerja sama dengan media massa. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar masyarakat memahami tujuan serta manfaat program 1000 Sarjana, sehingga peluang pendidikan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Dengan penyebaran informasi yang masif dan mudah diakses, kami berharap program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong lahirnya generasi muda Kota Batu yang berpendidikan, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.
Program 1000 Sarjana digagas Pemerintah Kota Batu sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat membeberkan capaian Program Mbatu Sae 1.000 Sarjana yang memberikan bantuan pendidikan maksimal Rp 10 juta per semester bagi mahasiswa penerima. “Per mahasiswa maksimal menerima manfaat Rp 10 juta, tergantung jurusan, dengan skema pembayaran per semester,” ujarnya.
Pada 2025 tercatat sebanyak 283 mahasiswa telah menerima bantuan pendidikan tersebut. Sedangkan pada 2026 jumlah pendaftar meningkat menjadi 399 orang, termasuk pemohon yang belum terakomodasi pada tahun sebelumnya. Program ini menyasar siswa kurang mampu yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik, termasuk hafidz Al-Qur’an.
Prioritas diberikan kepada anak asli Kota Batu dari keluarga kurang mampu. Mahasiswa penerima bantuan juga diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 dan bantuan diberikan paling lama delapan semester.
Jika masa studi melebihi batas tersebut, biaya selanjutnya menjadi tanggungan pribadi mahasiswa sebagai upaya mendorong penyelesaian studi tepat waktu.
Pendaftaran program dibuka melalui kontak resmi Dinas Pendidikan Kota Batu melalui media sosial Instagram maupun nomor WhatsApp. Pemohon kemudian diminta datang langsung ke kantor dinas untuk proses verifikasi administrasi. Dinas Pendidikan juga menyiapkan desk layanan khusus Program 1.000 Sarjana guna mempercepat pelayanan serta proses seleksi administrasi bagi para pendaftar. (*)







