Sedih, Bayi di Gaza Meninggal Akibat Cuaca Dingin Ekstrem

oleh -85 Dilihat
Siswa berada di dalam kelas Sekolah Al-Shamal Educational yang berjarak hanya 100 meter dari “Garis Kuning” (Yellow Line) di Kamp Pengungsi Jabalia, Jalur Gaza utara (ANTARA FOTO/Xinhua/Rizek Abdeljawad/sgd)

KabarBaik.co – Seorang bayi perempuan berusia tujuh bulan di Kota Gaza, Palestina meninggal pada Selasa pagi akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Berbagai sumber medis melaporkan bahwa bayi pemilik nama Shatha Abu Jarad meninggal di Kota Gaza akibat cuaca dingin yang parah.

Kematian Abu Jarad menambah jumlah anak yang meninggal di Jalur Gaza akibat cuaca dingin ekstrem sejak awal musim dingin menjadi sembilan orang, di tengah krisis bantuan kemanusiaan dan minimnya pasokan pemanas.

Sumber yang sama menunjukkan bahwa insiden tersebut mencerminkan parahnya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama bagi anak-anak dan pengungsi yang tinggal di tenda-tenda rawan yang tidak mampu menahan cuaca dingin.

Penduduk di Jalur Gaza kekurangan tempat tinggal dan perawatan medis.

Mereka juga kekurangan pasokan pemanas akibat kelangkaan bahan bakar di tengah kondisi cuaca yang buruk, badai, dingin dan disertai hujan.

Sebelumnya pada Sabtu (17/1) seorang bayi berusia 27 hari juga meninggal akibat cuaca dingin ekstrem yang melanda Kota Khan Younis di Jalur Gaza selatan.

Menurut berbagai sumber medis, bayi bernama Aisha Ayesh al-Agha itu meninggal di Kota Khan Younis akibat cuaca dingin yang parah. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.