KabarBaik.co, Nganjuk– Sejumlah siswa di SDN Mojokendil Nganjuk mengalami mual dan muntah setelah menyantap menu MBG. Para siswa mual dan muntah setelah mengonsumsi sayur menu MBG yang berlendir dan sudah tak segar lagi.
“Yang jelas ada satu anak tadi yang dibawa ke Puskesmas Mojokendil karena mengalami mual, muntah, dan lemas,” ujar Hendri Dwi Prastya, Operator Sekolah SDN Mojokendil, Selasa (7/4).
Insiden bermula saat paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Cengkok, Ngronggot, didistribusikan ke kelas. Namun, saat dilakukan pengecekan oleh petugas sekolah, ditemukan kondisi sayur yang sudah tidak memenuhi syarat konsumsi.
“Mengetahui hal itu distribusi segera dihentikan, namun sebagian siswa, khususnya kelas 5, terlanjur menyantap hidangan tersebut,” jelas Hendri.

Akibatnya, kondisi kesehatan siswa langsung terganggu. Selain satu siswa yang dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu), terdapat satu hingga dua siswa lainnya yang juga mengalami muntah-muntah di area sekolah. Beruntung, penanganan medis berjalan cepat sehingga kondisi para siswa kini mulai membaik dan sudah bisa dipulangkan.
Kejadian ini menjadi sorotan tajam terkait kendali mutu atau quality control makanan. Hendri menegaskan harapannya agar pihak penyedia makanan dapat lebih teliti dan menjaga standar kebersihan serta kualitas bahan makanan.
“Harapan kami SPPG lebih memperhatikan tentang kualitas makanan,” ungkapnya.
Hendri berharap jangan sampai program yang bertujuan memberikan asupan gizi bagi anak-anak justru menjadi bumerang yang membahayakan kesehatan siswa. Pihak sekolah berharap insiden serupa tidak terulang lagi di masa mendatang demi kenyamanan dan keselamatan para peserta didik. (*)







