Sekali Klik Bisa Memecah Persatuan, Polres Gresik Ingatkan Bahaya Hoaks di Media Sosial

oleh -148 Dilihat
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama tokoh masyarakat.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama tokoh masyarakat. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Gresik – Media sosial kini bisa menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, tetapi juga dapat menjadi pemicu perpecahan. Informasi yang belum terverifikasi, hoaks, hingga konten provokatif dapat menyebar dalam hitungan detik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Gresik menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Polisi mengajak mahasiswa, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga pengemudi ojek online untuk bersama-sama menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi digital.

Pesan itu disampaikan dalam Dialog Kebangsaan yang digelar di Ruang Rupatama Sarja Arya Racana (SAR) Lantai 3 Mapolres Gresik, Jumat (14/8).

Dialog tersebut mengangkat tema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital di Wilayah Kabupaten Gresik.”

Sekitar 35 peserta dari berbagai unsur hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, pengemudi ojek online, hingga mahasiswa.

Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi lintas kelompok sekaligus menyamakan persepsi dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Gresik.

Kabag Ops Polres Gresik Kompol Arief Sukmo Wibowo mengatakan, persatuan merupakan modal penting untuk menjaga Gresik tetap aman dan damai.

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah memperoleh sekaligus menyebarkan informasi.

“Di era digital saat ini, ruang persatuan dan perpecahan berada dalam satu genggaman. Media sosial dapat menjadi sarana yang sangat positif jika dimanfaatkan dengan bijak,” ujar Kompol Arief.

Ia menilai setiap kelompok masyarakat memiliki kekuatan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi daerah.

Mahasiswa, misalnya, memiliki kekuatan intelektual. Organisasi kemasyarakatan mempunyai basis sosial, pengemudi ojek online memiliki mobilitas tinggi, sedangkan kelompok suporter memiliki solidaritas yang kuat.

“Jika seluruh energi positif ini disatukan, akan menjadi kekuatan besar untuk Gresik yang aman dan damai,” imbuhnya.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat kembali persatuan masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh pihak-pihak yang berusaha memecah belah persatuan.

“Menjelang hari Kemerdekaan RI, kami ingin mempererat persatuan dan kesatuan. Jangan sampai Kabupaten Gresik terpecah belah akibat ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bersama-sama bersatu menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Tantangan menjaga persatuan tidak hanya datang dari konflik di dunia nyata. Ruang digital juga menjadi arena yang rawan memunculkan gesekan di tengah masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gresik Nanang Setiawan dalam pemaparannya menyoroti maraknya disinformasi, berita bohong atau hoaks, serta konten provokatif di media sosial.

Informasi semacam itu berpotensi memicu konflik apabila langsung dipercaya dan disebarluaskan tanpa melalui proses verifikasi.

Karena itu, mahasiswa didorong menjadi kelompok yang kritis dalam menyikapi informasi yang beredar.

Kemampuan memeriksa kebenaran informasi serta menyampaikan pendapat secara substantif dinilai penting agar mahasiswa tidak justru menjadi bagian dari penyebaran informasi yang berpotensi memecah persatuan.

Pesan mengenai etika bermedia sosial juga disampaikan Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjunjung norma dan etika saat menggunakan media sosial.

Mengacu pada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017, masyarakat diingatkan untuk menghindari ghibah, fitnah, adu domba (namimah), ujaran kebencian, serta penyebaran hoaks.

“Motto kita adalah ‘Satu Gresik, Berbeda Pilihan, Tetap Bersaudara’. Tugas kita hari ini adalah merawat dan menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa,” tutur KH. Ainur Rofiq.

Ketua PCNU Kabupaten Gresik Dr. KH Mulyadi juga mengajak mahasiswa terus berinovasi serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan kondusif.

Mahasiswa diharapkan tidak mudah terpancing oleh unggahan di media sosial yang belum jelas kebenarannya.

Dialog Kebangsaan tersebut diikuti berbagai unsur lintas sektor, antara lain FKUB, BAMAG, PGIS, PHDI, LDII, Ansor, Pemuda Pancasila, GRIB Jaya, Madas, perwakilan pengemudi ojek online, serta jajaran BEM dan organisasi mahasiswa seperti PMII, HMI, dan IMM se-Kabupaten Gresik.

Kehadiran berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa menjaga persatuan tidak hanya menjadi tugas aparat keamanan.

Masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, hingga kelompok profesi memiliki peran yang sama dalam mencegah konflik dan menjaga kerukunan.

Polres Gresik berharap komunikasi lintas elemen semakin kuat sehingga potensi konflik, provokasi, maupun polarisasi di tengah masyarakat dapat dicegah sejak dini.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik dan foto bersama.

Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen bersama untuk merawat persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menjaga Gresik tetap aman, damai, serta kondusif.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.