KabarBaik.co, Surabaya – Kabar duka menyelimuti Kota Surabaya. Dominikus Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya yang dikenal sebagai sosok pemimpin santun dan mentor politik bagi banyak orang, berpulang pada Selasa, 10 Februari 2026.
Berikut adalah rangkuman perjalanan hidup dan dedikasi sosok yang akrab disapa Awi tersebut:
Jurnalis yang Meniti Jalan Politik
Sebelum dikenal sebagai tokoh publik di kursi legislatif, Adi Sutarwijono adalah seorang jurnalis senior yang tajam. Ia mengawali kariernya di Harian Surya dan majalah Tempo. Pengalaman di lapangan ini membentuk karakter Awi menjadi pribadi yang kritis namun tetap supel, memiliki jaringan luas, dan mampu berkomunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat.
Karier Gemilang di PDI Perjuangan
Ketertarikannya pada dunia politik membawanya bergabung dengan PDI Perjuangan pada akhir 2003. Kariernya terus menanjak berkat dedikasinya:
Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya: Di bawah kepemimpinannya, soliditas partai di Surabaya terjaga dengan baik.
Ketua DPRD Surabaya: Ia menjabat selama dua periode (2019-2024 dan 2024-2029).
Sosok yang Mengayomi dan Tidak Pelit Ilmu
Di kalangan kader dan rekan kerjanya, Awi dikenal sebagai figur yang sangat mengayomi. Ia seringkali menjadi tempat bertanya bagi para politisi muda. Sifatnya yang rendah hati dan tidak pelit membagikan strategi serta ilmu politik menjadikannya sosok mentor yang dihormati di internal partai maupun lintas fraksi di DPRD Kota Surabaya.
Detik-Detik Terakhir
Adi Sutarwijono menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 57 tahun di sebuah rumah sakit di Jakarta sekitar pukul 20.36 WIB. Beliau dilaporkan wafat setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Kepergiannya meninggalkan kekosongan besar bagi peta perpolitikan Surabaya. Awi bukan hanya seorang pejabat, melainkan seorang jurnalis yang berhasil menerapkan etika dan kecerdasan literasinya ke dalam pengabdian politik nyata bagi warga Surabaya. Selamat jalan, Cak Awi. (*)






