KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menggenjot produksi padi untuk mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden. Salah satunya dengan menambah luasan tanam padi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan luas tanam padi di Banyuwangi sejak Januari hingga April 2025 telah mencapai 41.874 hektar. Luasan itu masih akan terus ditambah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Ini akan terus kita dorong hingga mencapai target 151.048 hektare di tahun ini, termasuk dengan memanfaatkan lahan non-sawah,” kata Ipuk, Kamis (24/4).
Pemkab juga mendorong produktivitas dengan penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati, POC (Pupuk Organik Cair) hingga optimalisasi mekanisasi pertanian.
Total hingga 2024, pemkab sudah menyalurkan POC sebanyak 137.130 liter untuk lahan seluas 13.713 hektare. Selain itu, pemkab juga memberikan pendampingan intensif kepada para petani
“Untuk melindungi lahan persawahan, Pemkab juga membuat kebijakan dengan memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan,” ujarnya.
Dengan berbagai program yang dilakukan tersebut, stok beras di Banyuwangi terus terjaga. Berdasarkan neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, di awal 2025 Banyuwangi mengalami suplus 27.037 ton beras.
Ke depan Banyuwangi juga akan meningkatkan ketersediaan air baku melalui embung atau penampungan air. Di antaranya embung lider, kerawang dan Singolatri.
“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov dan pusat. Ini melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik,” tegas Ipuk.(*)







