Dari Tukang Jahit Menjadi Kepala Desa, Nur Chusnan Taklukkan Petahana di Pilkades Lebo Sidoarjo

oleh -362 Dilihat
Nur Chusnan, seorang penjahit yang terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Lebo, Sidoarjo.
Nur Chusnan, seorang penjahit yang terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Lebo, Sidoarjo. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Nama Nur Chusnan menjadi perbincangan di Kabupaten Sidoarjo setelah berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Lebo, Kecamatan Sidoarjo, untuk periode 2026–2034. Kemenangannya menarik perhatian karena ia bukan berasal dari kalangan politik, melainkan seorang penjahit rumahan yang telah puluhan tahun menggeluti profesi tersebut.

Dalam Pilkades yang digelar pada 24 Mei 2026, Nur Chusnan berhasil mengungguli kepala desa petahana. Sosoknya yang sederhana serta kedekatannya dengan masyarakat menjadi modal utama hingga akhirnya dipercaya memimpin Desa Lebo selama delapan tahun ke depan.

“Awalnya banyak yang meragukan, apa saya bisa mengungguli petahana. Saya ini hanya seorang penjahit rumahan, kok berani maju sebagai calon kades. Namun karena banyak yang mendukung, Alhamdulillah akhirnya menang,” ujarnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (18/6).

Menurut Nur Chusnan, kemenangan tersebut lahir dari kepercayaan masyarakat, bukan semata karena besarnya biaya politik. Ia mengaku pengalaman sebagai penjahit mengajarkannya pentingnya komunikasi, kejujuran, dan pelayanan kepada orang lain.

“Semua ini berawal dari cara pandang sebagai tukang jahit. Kuncinya ada di komunikasi dan melayani pelanggan dengan baik. Saya menerapkan hal yang sama ketika ikut Pilkades. Saya sering cangkrukan dan ngopi bersama warga untuk menyerap aspirasi mereka. Dari situ muncul kepercayaan,” katanya.

Dukungan warga pun mengalir secara sukarela. Meski begitu, ia tetap mengeluarkan biaya pribadi sekitar Rp 250 juta untuk mengikuti Pilkades, dengan Rp 86 juta di antaranya berasal dari tabungan hasil usahanya sebagai penjahit.

Profesi menjahit telah digelutinya selama sekitar 34 tahun. Keahlian itu ia pelajari dari almarhumah ibunya, Kasikah, sebelum akhirnya berkembang menjadi usaha keluarga bersama sang istri, Machnunah, yang melayani berbagai pesanan pakaian.

“Saya dulu belajar menjahit dari almarhumah ibu saya. Lama-kelamaan kemampuan menjahit saya berkembang dan menjadi mata pencaharian keluarga. Ramainya biasanya saat musim masuk sekolah dan musim pernikahan,” tuturnya.

Meski telah terpilih sebagai kepala desa, Nur Chusnan masih menjalankan usaha jahitnya sambil menunggu pelantikan. Setelah resmi menjabat nanti, usaha tersebut akan diteruskan oleh istrinya.

“Kalau sudah dilantik, saya tentu bekerja di kantor desa. Tapi usaha jahit tetap jalan. Nanti istri yang mengurus karena sayang kalau berhenti, sudah ada lima mesin jahit,” ungkapnya.

Selain sebagai penjahit, Nur Chusnan juga pernah mengabdi sebagai modin atau Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat Desa Lebo selama periode 2011–2023. Pengalaman itu membuatnya akrab dengan berbagai persoalan masyarakat.

“Selain menjahit, saya sering meninggalkan pekerjaan ketika ada warga yang membutuhkan bantuan sebagai modin. Bagi saya, melayani masyarakat adalah kewajiban,” katanya.

Setelah dipercaya menjadi kepala desa, Nur Chusnan berkomitmen membenahi persoalan lingkungan seperti pengelolaan sampah dan saluran air. Ia juga ingin mengembangkan pelatihan menjahit agar Desa Lebo dikenal sebagai sentra penjahit di Kabupaten Sidoarjo.

“Sudah ada banyak program yang disiapkan. Salah satunya pelatihan bagi penjahit baru agar ke depan Desa Lebo bisa dikenal sebagai sentra penjahit,” ujarnya.

Nur Chusnan juga menegaskan akan menjalankan pemerintahan desa secara terbuka dan transparan. Baginya, seluruh anggaran desa harus dapat dipertanggungjawabkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Sambil menunggu pelantikan pada 29 Juni 2026, ia masih setia duduk di depan mesin jahit, profesi yang telah mengantarkannya dari ruang kerja sederhana menuju kursi kepala desa.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.