KabarBaik.co, Pasuruan – Kesibukan pascapensiun hal yang membosankan bagi seorang pegawai pemerintahan yang biasa penuh dengan kesibukan. Berbeda dengan mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Hari Apriyanto yang sukses dengan beternak burung perkutut.
Di lahan belakang rumah yang berada di Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan ratusan kandang burung perkutut telah memproduksi dan menghasilkan pundi-pundi cuan yang tak ternilai.
Ternak burung perkutut berawal dari kecintaannya dengan ciri khas suara dengkurnya yang cantik, dan digandrungi banyak orang terutama bagi para pecintanya.
“Awalnya dari kecintaan suara khas perkutut yang sangat indah, dan setelah purna tugas menjadi ladang penghasilan yang cukup tinggi,” kata Hari, Sabtu (20/6).
Hari untuk kesuksesan beternak burung perkutut tidak sendiri, dirinya mengaku dibantu beberapa orang yang diminta untuk membantunya untuk merawat mulai membersihkan kandang hingga menjemur di terik panas matahari.
“Ada beberapa warga yang ikut membantu dalam kandang, mulai kasi makan, bersihkan kandang dan jemur burung,” jelasnya.
Dirinya menyampaikan burung perkutut bukan sekedar burung, tetapi perpaduan antara seni, budaya, dan peluang usaha yang menjanjikan. Dengan ketekunan dan kecintaan pada proses, hobinya kini berkembang menjadi bisnis yang terus bertumbuh.
“Kalau ful bisnis ya tidak, yang penting bisa membuat perkutut yang kami tangkarkan punya nilai tinggi dengan seni suara yang sesuai pakem jawa,” ucapnya.
Lebih lanjut Hari menegaskan bahwa merawat burung perkutut itu harus lembut, penuh dengan kasih sayang. Percaya atau tidak, burung perkutut konon katanya memberikan banyak keberuntungan.
“Setiap kali burung saya berbunyi panjang berarti tandanya ada yang mau datang dan bertamu ke rumah, dan itu benar adanya. Bukan sekali, tapi lumayan berulang kali,” pungkasnya.






