Taman Safari Prigen Pasuruan Berhasil Breeding Satwa Langka Harimau Sumatera dengan Empat Anakan

oleh -105 Dilihat
Induk Harimau Sumatera bersama anak-anaknya.
Induk Harimau Sumatera bersama anak-anaknya.

KabarBaik.co, Pasuruan – Lembaga konservasi dan Wisata Taman Safari Indonesia II, Prigen Pasuruan kembali mencatatkan keberhasilan dalam program konservasi satwa langka melalui kelahiran empat ekor anak harimau sumatera yang dimilikinya.

Empat anak harimau tersebut lahir dari pasangan indukan Praja dan Dini, dengan komposisi tiga jantan dan satu betina, kelahiran ini merupakan kedua kalinya oleh indukan Dini, saat ini koleksi yang ada di TSI Prigen berjumlah 8 ekor.

Hal ini menunjukkan keberhasilan pengelolaan satwa dan program breeding konservasi yang dilakukan secara berkelanjutan di TSI Prigen, dengan satwa-satwa langkah yang dimilikinya.

Vice President Life Sciences TSI Grup, drh. Bongot Huaso Mulia menyampaikan, ini merupakan kado istimewa bisa kembali melakukan breeding Harimau Sumatera yang merupakan satwa asli Indonesia, yang mulai langkah dan terancam punah.

“Saat ini peran dari pada Harimau Sumatera di TSI Prigen bukan untuk pengunjung, jadi diutamakan adalah untuk meningkatkan populasi secara regional dan secara global,” jelas Vice President Life Sciences TSI Grup, drh. Bongot Huaso Mulia, Rabu (3/6).

Harimau sumatera merupakan subspesies harimau terakhir yang dimiliki Indonesia dan saat ini berstatus Critically Endangered (Kritis) berdasarkan daftar merah IUCN. Populasinya di alam terus menghadapi berbagai ancaman seperti kehilangan habitat, konflik manusia dan satwa, serta perburuan ilegal.

“Saat ini ancaman keberadaan Harimau Sumatera sangat besar mulai dari habitat hingga perburuan ilegal,” terangnya.

Oleh karena itu, setiap kelahiran harimau sumatera menjadi harapan baru dalam upaya pelestarian spesies ini, tidak hanya menjadi pencapaian penting dalam program konservasi ex-situ, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau sumatera.

Konservasi satwa tidak dapat dilakukan hanya oleh lembaga konservasi semata, melainkan membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan dunia pendidikan.

Melalui momen ini, Taman Safari Indonesia II Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar dan biodiversitas Indonesia. Menjaga harimau sumatera berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk hidup.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Zia Ulhaq
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.