TPK Berlian dan Koperasi TKBM Tanjung Perak Perkuat Budaya K3, 835 Pekerja Ikuti Refreshment Training

oleh -163 Dilihat
Tpk berlian
Program ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman para TKBM terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan kerja.

KabarBaik.co, Surabaya – Komitmen menciptakan operasional pelabuhan yang aman, andal, dan bebas kecelakaan terus diperkuat TPK Berlian bersama Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Tanjung Perak. Salah satunya melalui pelaksanaan Refreshment Training Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diikuti 835 pekerja bongkar muat.

Pelatihan tersebut digelar dalam enam batch mulai 30 April hingga 7 Mei 2026. Program ini difokuskan untuk meningkatkan pemahaman para TKBM terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan kerja saat menjalankan aktivitas bongkar muat petikemas di area terminal yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Terminal Head TPK Berlian, Burhanudin, menegaskan bahwa budaya K3 tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus menjadi kesadaran dan kebiasaan seluruh pekerja di lingkungan pelabuhan.

Menurutnya, aktivitas operasional terminal yang dipenuhi pergerakan alat berat dan arus petikemas yang dinamis menuntut setiap pekerja memiliki tingkat kewaspadaan tinggi serta disiplin terhadap prosedur keselamatan.

“Kami ingin seluruh pekerja berangkat bekerja dengan semangat dan kembali ke rumah dalam kondisi sehat serta selamat. Keselamatan kerja tidak boleh ditawar,” ujar Burhanudin, Jumat (8/5).

Ia menambahkan, kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun rekan kerja menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, turut hadir dan memberikan penguatan terkait pentingnya implementasi budaya K3 di lingkungan pelabuhan.

Menurutnya, pekerja merupakan aset paling berharga yang harus dijaga keselamatannya dalam setiap aktivitas operasional.

“Pelaksanaan refreshment K3 ini bertujuan menjaga keselamatan seluruh pekerja di area pelabuhan demi keluarga yang menunggu di rumah. Bagi Pelindo, implementasi K3 adalah budaya yang tidak bisa ditawar,” kata Achmad Muchtasyar.

Ia juga mengajak seluruh elemen pekerja untuk bersama-sama menjaga lingkungan kerja tetap aman dan kondusif sebagai bentuk rasa syukur atas pekerjaan yang dijalani.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait sembilan poin penting dalam Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang menjadi standar keselamatan kerja di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Materi yang diberikan meliputi prosedur bekerja di area terbatas (restricted area), keselamatan kerja di sekitar perairan dengan penggunaan life jacket, hingga penanganan barang berbahaya (dangerous goods) yang membutuhkan mitigasi risiko secara ketat.

Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya verifikasi kelaikan alat berat melalui izin operasional resmi, penerapan sistem Lock Out Tag Out (LOTO) saat perbaikan alat, penggunaan full body harness untuk pekerjaan di ketinggian, hingga prosedur izin kerja khusus (permit to work) pada pekerjaan di ruang terbatas.

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus dalam pelatihan ini adalah potensi bahaya blind spot atau titik buta pada alat berat seperti Reach Stacker, Rubber Tyred Gantry (RTG), dan truk petikemas.

Melalui simulasi visual, para pekerja diberikan pemahaman mengenai keterbatasan pandangan operator alat berat yang dapat memicu kecelakaan kerja apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Karena itu, pekerja diminta selalu mematuhi jalur pejalan kaki (pedestrian track), menjaga jarak aman dari alat berat yang beroperasi, serta menghindari penggunaan telepon seluler maupun earphone saat berada di area kerja agar tetap sigap terhadap alarm dan instruksi petugas lapangan.

Ketua Koperasi TKBM Tanjung Perak, Eko Iswahyuono, mengapresiasi langkah TPK Berlian dalam memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pelatihan tersebut.

Menurutnya, kesamaan pemahaman antara operator alat dan pekerja lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan kerja sekaligus mendukung kelancaran operasional pelabuhan.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan refreshment safety induction dan pelatihan blind spot ini. Pemahaman yang sama antara operator alat dan tenaga kerja lapangan menjadi kunci keselamatan bersama,” ujarnya.

Eko menambahkan, Koperasi TKBM juga terus berkomitmen melakukan perbaikan internal dalam mendukung efisiensi dan keselamatan operasional di lingkungan TPK Berlian. Melalui program ini, TPK Berlian tidak hanya memperkuat kompetensi teknis pekerja, tetapi juga membangun budaya kerja yang mengedepankan kepedulian terhadap keselamatan.

Setiap pekerja diharapkan memiliki keberanian untuk saling mengingatkan terhadap perilaku tidak aman (unsafe action) serta segera melaporkan kondisi lingkungan kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya (unsafe condition).

Dengan sinergisitas yang terus diperkuat antara manajemen terminal dan seluruh pekerja, TPK Berlian optimistis mampu mempertahankan target Zero Accident sekaligus mendukung kelancaran logistik nasional yang aman, efisien, dan terpercaya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.