KabarBaik.co, Nganjuk – Pembangunan pasar di atas tanah Pemerintah Desa Juwono, Kecamatan Kertosono, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek yang digadang-gadang menjadi pusat ekonomi baru tersebut dipastikan mangkrak.
Situasi ini memicu kerugian besar bagi warga, khususnya para calon pedagang yang semula berharap bisa segera menempati kios baru untuk menyambung hidup.
“Saya sudah menyetor uang muka sebesar Rp 10 juta, dari total nilai sewa Rp 120 juta untuk masa kontrak selama 20 tahun,” ujar Siti, salah seorang pedagang peracangan yang menjadi korban, dengan nada kecewa, Senin (1/6).
Harapan Siti dan puluhan pedagang lainnya kini terancam sirna. Pasalnya, meski uang muka sudah diserahkan sejak satu tahun yang lalu, progres pembangunan di lapangan sangat jauh dari target yang ditentukan. Berdasarkan pantauan di lokasi, proyek tersebut diperkirakan baru menyentuh angka 10 persen dari total perencanaan.
“Padahal sudah satu tahun berjalan, tapi pembangunannya tak kunjung rampung. Bahkan, sekarang terdengar kabar kalau pihak pengembang dan investor proyek justru kabur setelah menerima uang muka dari kami,” lanjut Siti.
Akibat ketidakjelasan ini, para pedagang yang merasa dirugikan kini bersatu menyuarakan tuntutan mereka. Siti dan rekan-rekannya mendesak agar uang muka yang telah mereka setorkan segera dikembalikan secara utuh tanpa potongan.
Di lokasi proyek, pemandangan memprihatinkan sangat jelas terlihat. Sejauh mata memandang, hanya ada deretan pondasi bangunan yang mulai ditumbuhi rumput liar serta sebagian tembok yang berdiri setengah jadi, tanpa ada tanda-tanda aktivitas pekerja sama sekali.
Sementara itu, sampai berita ini diunggah, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada pihak pemerintah desa terkait kelanjutan nasib para pedagang belum membuahkan hasil.








