KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar mulai melakukan evaluasi terhadap operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setelah gerai pertama di Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, menjalani uji coba pelayanan. Hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan sebelum gerai-gerai lain dibuka secara bertahap.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni mengatakan, KDMP Pasirharjo dipilih sebagai lokasi percontohan untuk mengetahui berbagai kendala yang muncul saat operasional berlangsung. Menurutnya, tahapan uji coba diperlukan agar permasalahan yang ditemukan dapat segera dicarikan solusi.
“KDMP Pasirharjo saat ini masih dalam tahap uji coba. Kami ingin melihat permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan agar bisa segera disampaikan dan dicarikan solusinya sebelum gerai lain dibuka,” ujarnya.
Saat melakukan monitoring, Sri sempat bertransaksi dengan membeli satu kardus minyak goreng. Namun setelah pembayaran dilakukan, nota transaksi tidak dapat dicetak karena persediaan kertas struk habis. Temuan tersebut menjadi salah satu catatan evaluasi yang akan disampaikan kepada Agrinas.
“Hal-hal kecil seperti ini juga penting menjadi perhatian. Jangan sampai ketika gerai sudah dibuka untuk masyarakat, pelayanan justru terganggu karena persoalan teknis,” katanya.
Saat ini terdapat 13 KDMP yang telah memperoleh akses dan persetujuan melalui sistem Agrinas untuk persiapan operasional. Meski demikian, pembukaan gerai masih menunggu kesiapan sarana pendukung seperti jaringan air bersih, pompa air, hingga kelengkapan fasilitas toko.
“Kami tidak ingin toko dibuka tetapi fasilitas dasarnya belum siap. Prinsipnya, begitu dibuka harus langsung bisa melayani masyarakat dengan baik,” tegas Sri.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar, dari 248 desa dan kelurahan sasaran program, sebanyak 196 gerai telah selesai dibangun 100 persen. Sementara 42 gerai masih dalam proses penyelesaian dan 10 lokasi lainnya masih dalam tahap persiapan karena terkendala lahan.
Pasca peluncuran KDMP oleh Presiden, Kabupaten Blitar menjadi daerah dengan jumlah gerai yang diresmikan terbanyak secara nasional, yakni sebanyak 72 gerai. Namun demikian, Sri menegaskan operasional gerai harus dilakukan secara bertahap karena masih diperlukan penataan administrasi, pendataan barang, hingga integrasi data ke dalam sistem Agrinas.
“Teknisnya cukup kompleks karena jenis barang yang akan dipasarkan cukup banyak. Semua harus masuk dalam sistem terlebih dahulu,” jelasnya.
Pemkab Blitar berharap hasil uji coba di KDMP Pasirharjo dapat menjadi bahan evaluasi sebelum gerai-gerai lainnya mulai beroperasi, sehingga program strategis nasional tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
“Program ini merupakan program strategis nasional. Karena itu kami berkomitmen mendukung penuh agar pelaksanaannya di Kabupaten Blitar berjalan sukses,” pungkasnya. (*)







