KabarBaik.co, Malang – Uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan di Kota Malang mendapat respons positif dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).
Menurut Zulhas, model penyajian prasmanan dinilai memiliki keunggulan dibandingkan metode distribusi paket, terutama karena makanan dapat dikonsumsi dalam kondisi hangat oleh para siswa.
“Kalau bisa itu malah lebih bagus. Makanan tersaji dalam keadaan panas atau hangat. Gak apa-apa,” ujarnya usai menghadiri pelantikan DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Gratis (Gapembi) Jawa Timur di Kota Malang, Kamis (9/4).
Uji coba penyajian MBG dengan sistem prasmanan tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada Kamis (2/4) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Malang. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Malang Gadang 2, Ita Herlistyawati, menjelaskan bahwa uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan dari Badan Gizi Nasional.
“Ini merupakan arahan langsung dari Kepala BGN melalui zoom, beberapa waktu lalu. Dan, kami dianjurkan, saat ada kegiatan halalbihalal di sekolah, penyajian MBG bisa dilakukan dengan skema prasmanan sekaligus sebagai uji coba,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dan tenaga pendidik diarahkan untuk mengantre dan mengambil makanan secara mandiri melalui lima jalur yang telah disiapkan panitia. Sebanyak 1.300 porsi makanan disediakan dalam uji coba tersebut. Menu yang disajikan disesuaikan dengan suasana Lebaran, di antaranya ayam, sayur, krecek, telur, kecap, serta es buah.
Ita menjelaskan, uji coba ini menjadi yang pertama kali dilakukan oleh SPPG Gadang 2 Kota Malang untuk mengukur efektivitas sistem prasmanan dibandingkan metode pembagian makanan dalam bentuk paket.
Meski pengambilan makanan dilakukan secara mandiri, pihaknya memastikan proses tetap berjalan tertib dan sesuai porsi melalui pengawasan ketat dari tim pemorsian. “Kami menyiapkan pengawas dari tim pemorsian untuk mengawasi jalannya pengambilan makanan oleh anak-anak,” tandasnya. (*)








