UMKM Binaan BI Jatim Cetak Penjualan Rp 4,33 Miliar di KKI 2026

oleh -175 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 28 at 8.01.24 PM

KabarBaik.co, Jakarta – Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi momentum bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jatim untuk memperluas pasar dan membuka peluang kemitraan bisnis.

Partisipasi dalam ajang tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, tetapi juga mempertemukan mereka dengan calon mitra usaha, jaringan bisnis, serta konsumen dari pasar yang lebih luas.

Salah satu capaian terlihat dari kinerja tujuh UMKM wastra dan Laras Nusantara binaan BI Jawa Timur yang mengikuti pameran luring KKI 2026. Ketujuh UMKM tersebut berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 4,33 miliar. Nilai tersebut meningkat sekitar 228 persen dibandingkan penjualan pada KKI 2025 yang tercatat Rp 1,34 miliar.

Tujuh UMKM itu yakni Jokotole, Al-Warist Batik, Hadi Batik Podhek, Gedog Zaenal Tuban, Canting Wira, Namira Ecoprint, dan Batik Radhika.

Peningkatan transaksi tersebut menunjukkan semakin terbukanya peluang pasar bagi produk kreatif asal Jawa Timur. Selain didukung bertambahnya jumlah UMKM yang lolos kurasi KKI, keberagaman produk dan pengembangan koleksi siap pakai atau ready to wear turut memperluas segmen konsumen.

Strategi promosi yang semakin aktif, baik kepada pelanggan lama maupun konsumen baru, juga menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan transaksi selama pameran.

Selain penjualan, KKI 2026 menjadi ruang bagi UMKM untuk membangun hubungan bisnis melalui skema business matching. Mekanisme tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis melalui kemitraan strategis, termasuk memperluas akses pasar dan pembiayaan.

Secara nasional, KKI 2026 turut mencatat kinerja positif. Hingga 23 Agustus 2026, total penjualan dalam ajang tersebut mencapai Rp 177,21 miliar.

Sementara itu, business matching ekspor mencatat nilai Rp 169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Adapun business matching pembiayaan mencapai Rp 285 miliar, atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI tidak diarahkan sekadar menjadi ajang promosi produk UMKM. Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung keberlanjutan pengembangan UMKM.

“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan,” ujar Aida dikutip dalam pernyataannya, Jumat (28/8).

Ia mengatakan penguatan ekosistem UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, disertai inovasi, digitalisasi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hampir 560 UMKM berpartisipasi secara luring dengan menampilkan beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.

Bagi UMKM Jawa Timur, capaian transaksi tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan produk, perluasan jejaring bisnis, dan akses pasar dapat berjalan beriringan untuk memperkuat daya saing pelaku usaha.

Momentum KKI juga menunjukkan bahwa produk kreatif daerah memiliki ruang pasar yang semakin luas ketika didukung kurasi, inovasi produk, promosi, serta akses kemitraan dan pembiayaan yang memadai. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.