KabarBaik.co, Surabaya – Bank Indonesia (BI) optimistis penyelenggaraan Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi bisnis. Optimisme tersebut didorong tingginya minat pasar terhadap produk kopi dan rempah Indonesia serta semakin luasnya peluang ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, mengatakan penyelenggaraan JCFF tahun lalu berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.
“Tahun ini mudah-mudahan bisa melewati jumlah pengunjung maupun nilai transaksinya,” ujar Rifki di sela kegiatan JCFF 2026 di Surabaya, Minggu (19/7).
Menurutnya, target tersebut didukung rangkaian kegiatan business matching dan business coaching yang telah berlangsung sejak hari pertama penyelenggaraan. Program tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dan investor dari dalam maupun luar negeri.
Rifki mengungkapkan sejumlah calon pembeli mancanegara, di antaranya dari Nigeria dan China, turut hadir untuk menjajaki kerja sama perdagangan setelah melihat potensi kopi Indonesia, khususnya kopi asal Pulau Jawa, yang dinilai memiliki kualitas dan prospek pasar yang baik.
Selain mendorong transaksi dagang, BI juga terus memperkuat daya saing UMKM melalui pembinaan secara berkelanjutan. Pendampingan dilakukan mulai dari peningkatan kapasitas produksi, pengemasan produk, hingga perluasan akses pasar internasional.
Di Jawa Timur, BI saat ini membina 376 UMKM yang bergerak di sektor ketahanan pangan dan produk berorientasi ekspor. Pendampingan tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga mempertemukan pelaku usaha dengan kementerian terkait dan mitra bisnis di berbagai negara.
“Semua kami dampingi dari awal hingga akhir, mulai pembibitan, produksi, packaging, sampai kami hubungkan dengan kementerian maupun mitra di luar negeri agar transaksi internasional semakin mudah,” kata Rifki.
Ia menambahkan, kemudahan perdagangan lintas negara juga diperkuat melalui implementasi Local Currency Transaction (LCT) yang telah diterapkan Indonesia bersama sejumlah negara mitra. Skema tersebut memungkinkan transaksi ekspor dan impor dilakukan menggunakan mata uang lokal sehingga lebih efisien dan dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.
JCFF 2026 digelar selama tiga hari, pada 17–19 Juli 2026 di Alun-alun Surabaya. Festival yang menjadi ajang promosi kopi, rempah, dan produk unggulan daerah tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari talkshow, workshop, bazar UMKM, kompetisi, hingga forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Melalui penyelenggaraan JCFF, Bank Indonesia berharap semakin banyak UMKM mampu menembus pasar ekspor sekaligus memperkuat kontribusi sektor kopi dan rempah terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan nasional. (*)






