KabarBaik.co, Surakarta – Drama tersaji di Stadion Manahan pada pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 pada Sabtu (15/5) malam. Tuan rumah Persis Solo sukses menciptakan kejutandengan menumbangkan tim kuat, Dewa United, lewat skor tipis 1-0. Kemenangan ini bak napas buatan bagi Laskar Sambernyawa, meski posisui saat ini belum sepenuhnya aman dan masih menapakkan satu kaki di jurang degradasi.
Gol tunggal kemenangan Persis Solo dicetak oleh bek jangkung mereka, Luka Dumancic, pada menit ke-75. Memanfaatkan skema bola mati, sundulan Dumancic sukses mengoyak jala Dewa United dan langsung membakar gemuruh seisi stadion. Dewa United yang mencoba membalas di sisa waktu babak kedua gagal menembus rapatnya pertahanan Persis yang tampil spartan demi harga diri dan keselamatan di kasta tertinggi.
Tambahan tiga poin dari laga krusiaal tersebut mendongkrak perolehan Persis Solo menjadi 31 poin dari 33 pertandingan. Hasil ini sangat berharga karena membuat asa mereka untuk lolos dari jerat posisi tiga terbawah masih terjaga hingga detik terakhir liga, menyusul Semen Padang FC (20 poin) dan PSBS Biak (18 poin) yang sudah lebih dulu dipastikan turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Meski berhasil meraih kemenangan emosional, posisi Persis Solo sejatinya masih sangat kritis di peringkat ke-16, yang merupakan batas atas zona merah. Alasan mengapa satu kaki mereka masih berada di jurang degradasi adalah karena nasib Laskar Sambernyawa tidak berada di tangan mereka sendiri, melainkan sangat bergantung pada hasil pertandingan pesaing terdekatnya, Madura United.
Madura United saat ini berada tepat di atas Persis, yakni peringkat 15 dengan koleksi 32 poin. Kerugian besar bagi Persis adalah Madura United baru memainkan 32 laga dan masih mengantongi tabungan dua pertandingan sisa, termasuk laga terdekat melawan PSIM Yogyakarta. Jika Madura United mampu menyapu bersih poin di sisa laga mereka, maka kemenangan heroik Persis Solo terancam menjadi sia-sia.
Kini, Persis Solo wajib mengalihkan fokus total pada laga pamungkas di pekan ke-34 saat bertandang ke markas Persita Tangerang. Tidak ada pilihan lain bagi Laskar Sambernyawa selain wajib menang, sembari berharap dan berdoa agar Madura United terpeleset di sisa laga mereka.
Persib Bandung vs Borneo FC
Sementara ketegangan menyelimuti papan bawah, atmosfer membara juga terjadi di puncak klasemen. BRI Super League musim ini menyajikan salah satu pacuan juara paling dramatis dalam sejarah sepak bola Indonesia. Dua kekuatan utama, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda, saat ini sama-sama mengoleksi 75 poin dari 32 pertandingan.
Persaingan ketat ini dipastikan akan memecahkan rekor nasional. Siapapun yang berhasil menambah poin di sisa laga akan langsung memecahkan rekor poin juara tertinggi sepanjang sejarah era Liga 1, melampaui catatan 75 poin milik Bali United (2021/2022) dan PSM Makassar (2022/2023).
Jika salah satu tim berhasil menyapu bersih dua laga sisa, mereka akan mengunci gelar dengan rekor fantastis 81 poin. Jika poin akhir kedua tim tetap identik, Persib Bandung berhak mengangkat trofi karena unggul regulasi head-to-head atas Borneo FC.
Di pekan ke-33, Maung Bandung harus melakoni laga tandang super berat ke markas PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie, sebelum akhirnya menutup musim di kandang dengan menjamu Persijap Jepara.
Adapun Pesut Etam akan bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan ke-33, lalu memainkan laga pamungkas di Stadion Segiri dengan menjamu Malut United FC. Dua laga tersebut akan digelar Minggu (17/5), pukul 19.00 WIB.
Kalau anak asuh Bojan Hodak sukses mempertahankan posisi puncak, mereka akan mencatatkan sejarah emas berupa Trigelar Beruntun (3-in-a-row Champions) setelah sebelumnya menjadi kampiun pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Sebuah dominasi mutlak yang belum pernah dilakukan oleh klub manapun di Indonesia pada era modern.
Bagi Borneo FC, mengangkat trofi musim ini akan menjadi gelar juara kasta tertinggi pertama sepanjang sejarah klub berdiri sejak 2014. Gelar ini akan menjadi pembuktian sahih atas konsistensi pengelolaan klub profesional asal Samarinda tersebut yang dalam beberapa musim terakhir selalu menyandang status raksasa tanpa mahkota. (“)








