968 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun Lapangan, Bupati Mojokerto Tekankan Pentingnya Data Akurat

oleh -153 Dilihat
Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui penabuhan gong. (istimewa)
Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui penabuhan gong. (istimewa)

KabarBaik.co, Mojokerto – Sebanyak 968 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 Kabupaten Mojokerto siap diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah kabupaten mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Kesiapan petugas ditandai melalui Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di Hotel Grand Whiz Trawas. Pelepasan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa melalui penabuhan gong serta pemasangan rompi dan tanda pengenal petugas.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

“Melalui Sensus Ekonomi 2026, kita akan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dunia usaha di Kabupaten Mojokerto, mulai dari perkembangan sektor usaha, persebaran aktivitas ekonomi, hingga potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Gus Barra dalam keterangannya, Kamis (11/6).

Ia menilai kebutuhan data semakin penting di tengah perkembangan ekonomi yang berlangsung cepat, termasuk akibat digitalisasi, perubahan pola usaha, dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi besar di berbagai sektor seperti industri, perdagangan, pertanian, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Potensi tersebut, kata dia, perlu didukung data yang valid agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.

Gus Barra juga mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan sensus yang digelar setiap 10 tahun sekali tersebut.

“Keberhasilan Sensus Ekonomi tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh pihak,” katanya.

Kepada para petugas, ia berpesan agar menjaga integritas, profesionalisme, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha selama proses pendataan berlangsung.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Mojokerto Dwi Yuhenny mengatakan Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional untuk menyediakan data komprehensif mengenai struktur dan distribusi kegiatan ekonomi di Indonesia.

Menurut dia, apel siaga digelar untuk memastikan seluruh petugas siap menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Apel siaga ini menjadi momentum untuk memastikan seluruh petugas siap melaksanakan pendataan secara profesional, objektif, dan berkualitas,” ujar Dwi.

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Mojokerto melibatkan 968 petugas yang terdiri atas Pengawas Lapangan (PML) dan Petugas Pencacah Lapangan (PPL). Pendataan akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto selama lebih dari dua bulan ke depan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.