Akibat Cuaca Buruk, Nelayan Banyuwangi Sepekan Libur Melaut

oleh -103 Dilihat
IMG 20260731 WA0028
Kapal nelayan bersandar di Kampung Mandar, Banyuwangi. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Cuaca ekstrem melanda perairan Banyuwangi dan Selat Bali. Akibat kondisi itu nelayan Banyuwangi memilih menyandarkan kapal demi keselamatan.

Salah satunya dialami Nanang, 56, nelayan asal Plengsengan, Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi. Bersama tujuh anak buah kapalnya (ABK), ia sudah tujuh hari tidak melaut. Selama menunggu cuaca membaik, mereka memanfaatkan waktu untuk memperbaiki kapal.

“Dua bulan ini angin timur (cuaca ekstrem). Dua minggu ini anginnya makin kencang, jadi kami libur melaut,” kata Nanang, Jumat (31/7).

Nanang mengatakan, cuaca buruk juga membuat hasil tangkapan gurita turun drastis. Jika biasanya kapal yang ia nahkodai mampu membawa pulang hingga satu ton gurita dalam pelayaran 10 hari di Perairan Plengkung, pada pelayaran terakhir hasil tangkapan hanya sekitar 40 kilogram.

“Artinya sehari cuma dapat empat kilo. Sangat tidak cukup untuk menutup operasional dan penghasilan,” ujarnya.

Menurut Nanang, berhenti melaut memang membuat nelayan kehilangan pemasukan. Namun keputusan tersebut tetap diambil karena risiko melaut saat cuaca buruk dinilai terlalu besar. “Mau bagaimana lagi, memang tidak ada uang masuk, tapi ini kan untuk keselamatan,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Nanang kini bekerja serabutan di darat dengan menerima pekerjaan pertukangan, seperti mengecat rumah dan pekerjaan fisik lainnya. Ia mengaku kebutuhan rumah tangga meningkat seiring dimulainya tahun ajaran baru.

“Kalau terus-terusan tidak ada pemasukan, ya mau tidak mau cari Mekaar (pinjaman),” selorohnya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Maritim, tinggi gelombang di Selat Bali bagian utara diperkirakan mencapai satu meter dengan kecepatan angin hingga 20 knot atau sekitar 37 kilometer per jam. Sementara di Selat Bali bagian selatan hingga perairan selatan Banyuwangi, tinggi gelombang diprediksi mencapai 1,6 meter dengan kecepatan angin hingga 21 knot atau sekitar 38 kilometer per jam. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.