Alarm Dinkes Blitar! 340 ODHIV Putus Pengobatan, Keberhasilan Terapi HIV Terancam

oleh -102 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 23 at 4.50.49 PM
Ilustrasi HIV

KabarBaik.co, Blitar– Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar menyoroti masih tingginya jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) yang tidak lagi menjalani pengobatan secara rutin atau hilang kontak dengan layanan kesehatan. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius dalam upaya pengendalian HIV di Bumi Penataran.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, hingga tahun 2026 tercatat sebanyak 340 ODHIV masuk kategori Loss to Follow Up (LFU) atau hilang kontak. Mereka tidak lagi menjalani pengobatan maupun pemantauan kesehatan secara berkala, baik sebelum maupun setelah memulai terapi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Christine Indrawati mengatakan, kelompok LFU menjadi perhatian khusus karena berpotensi menghambat keberhasilan program penanganan HIV yang selama ini dijalankan pemerintah.

“Masih terdapat 340 ODHIV yang hilang kontak atau tidak lagi menjalani pengobatan secara rutin. Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena dapat memengaruhi keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko penularan penyakit,” ujarnya, Selasa (23/6).

Data Dinkes menunjukkan, sejak 2009 hingga 2026 jumlah kumulatif ODHIV yang ditemukan di Kabupaten Blitar mencapai 2.624 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 854 orang masih aktif menjalani pengobatan, sedangkan 184 lainnya tercatat menjalani perawatan di fasilitas kesehatan luar daerah.

Di sisi lain, angka kematian akibat HIV/AIDS masih cukup tinggi. Dalam kurun waktu yang sama, sebanyak 1.246 ODHIV dilaporkan meninggal dunia.

Christine menjelaskan keberhasilan penanganan HIV sangat bergantung pada kepatuhan pasien menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara berkelanjutan. Ketika pasien menghentikan pengobatan atau tidak lagi terpantau, risiko penurunan kondisi kesehatan hingga penularan kepada orang lain menjadi lebih besar.

“Karena itu kami terus mendorong pasien untuk tetap melanjutkan pengobatan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” katanya.

Dari catatan Dinkes, temuan kasus HIV tertinggi terjadi pada 2023 dengan jumlah 199 kasus baru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan deteksi dini masih perlu diperkuat.

Selain itu, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma terhadap ODHIV. Menurut Christine, stigma dan diskriminasi sering kali menjadi salah satu penyebab penderita enggan memeriksakan diri maupun melanjutkan pengobatan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada ODHIV. Semakin cepat seseorang mengetahui status kesehatannya dan menjalani pengobatan secara teratur, semakin besar peluang untuk hidup sehat dan produktif,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.