KabarBaik.co, Blitar – Upaya menyelundupkan ratusan pil yang diduga pil LL ke dalam Lapas Kelas IIB Blitar berakhir gagal. Dua pengunjung diamankan setelah petugas menemukan sekitar 600 butir pil yang diduga disembunyikan di area sensitif tubuh saat pemeriksaan layanan kunjungan belum lama ini.
Kasus tersebut terungkap ketika petugas lapas melakukan pemeriksaan ketat terhadap setiap pengunjung yang hendak bertemu warga binaan. Kecurigaan petugas saat proses pemeriksaan berujung pada penemuan ratusan pil yang diduga akan diedarkan di dalam lapas.
Kepala Lapas Blitar, Iswandi mengatakan, penggagalan penyelundupan itu merupakan hasil dari kewaspadaan petugas yang menjalankan prosedur pemeriksaan sesuai standar keamanan. “Petugas menemukan sekitar 600 butir pil LL yang diduga akan diselundupkan ke dalam lapas. Barang bukti dan dua orang yang diduga terlibat langsung diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Temuan tersebut kembali menunjukkan bahwa jalur kunjungan masih menjadi salah satu modus yang kerap dimanfaatkan untuk memasukkan barang terlarang ke dalam lembaga pemasyarakatan. Karena itu, pengawasan terhadap pengunjung terus diperketat.
Iswandi menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk upaya penyelundupan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. “Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen kami menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari peredaran barang-barang terlarang,” tegasnya.
Setelah pengungkapan tersebut, Lapas Blitar langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut. Langkah itu dilakukan guna mengungkap asal-usul barang serta tujuan pengiriman pil yang diduga akan masuk ke dalam lapas. “Koordinasi dengan kepolisian sudah dilakukan agar proses penyelidikan dan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Hingga kemarin, kedua pengunjung masih menjalani pemeriksaan oleh aparat penegak hukum. Sementara seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. (*)






