KabarBaik.co, Lombok Barat – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Abul Chair, mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak menjadikan pembangunan sebagai alasan untuk merusak lingkungan. Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan kelestarian alam hanya akan meninggalkan kerusakan bagi generasi mendatang.
Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Siaga Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Lapangan Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
Mengusung tema “Now for Climate” atau “Sekarang untuk Iklim”, Abul Chair menegaskan bahwa ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan membutuhkan tindakan nyata yang harus dilakukan saat ini juga.
“Sekarang, bukan nanti atau besok. Lingkungan tidak memberi kesempatan kepada kita untuk terlambat. Ketika kita terlambat menyelamatkan lingkungan, dampaknya bisa menjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki kembali,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Sekda NTB juga menyoroti masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam mengelola sampah. Ia mengkritik kebiasaan membuang sampah ke sungai dengan harapan terbawa arus hingga ke tempat pembuangan akhir.
“Sering kali sampah kita titipkan di sungai dan berharap bisa sampai sendiri ke TPA. Cara berpikir seperti ini justru menjadi bagian dari penyebab kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Abul Chair juga menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh dijadikan pembenaran untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. Menurutnya, praktik menebang pohon tanpa upaya pemulihan lingkungan bukanlah bentuk pembangunan yang berkelanjutan.
“Jangan sampai kerusakan lingkungan dibenarkan atas nama pembangunan. Menebang pohon tanpa upaya pemulihan dan menggantinya dengan beton bukanlah pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.
Sebelum apel siaga dimulai, Sekda NTB turut membuka pameran kendaraan listrik sebagai bagian dari kampanye penggunaan transportasi ramah lingkungan untuk menekan emisi dan dampak perubahan iklim.
Di akhir sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat, komunitas lingkungan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi masa depan NTB yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, H. Didik Mahmud Gunawan Hadi, melaporkan berbagai aksi nyata yang telah dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Menurutnya, peringatan tahun ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Pasar Pangan Murah di kawasan TPA Regional Kebon Kongok dan Desa Taman Ayu pada 5 Juni lalu.
Selain itu, DLHK NTB juga menggelar aksi bersih-bersih massal di sepanjang jalur Bypass BIL yang melibatkan sekitar 1.200 peserta dan berhasil mengumpulkan 4,3 ton sampah.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi telekonferensi bersama Menteri Lingkungan Hidup, penyaluran kompensasi dampak lingkungan bagi delapan desa di sekitar TPA Regional, hingga pameran produk UMKM berbasis lingkungan pada puncak acara di Hutan Nuraksa Kumbi.
Didik juga mengungkapkan rencana kunjungan Menteri Lingkungan Hidup ke NTB pada 5–6 Juli 2026 untuk melakukan penanaman pohon dan meninjau pengelolaan sampah di Gili Trawangan.
Sebagai bagian dari gerakan penghijauan nasional, puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di NTB ditutup dengan penanaman 200 bibit pohon di kawasan Hutan Nuraksa Kumbi. “Harapan kami, seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan hidup demi keberlanjutan generasi masa depan,” ujar Didik. (*)






