Betabeq, Doa Warga Sasak untuk Ribuan Pelari yang Akan Datang ke Lombok

oleh -115 Dilihat
IMG 20260531 WA0045
Dari kiri ke kanan, Sekda Lombok Tengah Lalu Firman Wijaya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Sekda NTB Abul Chair. (Foto: Arief Rahman) 

KabarBaik.co, Lombok Tengah – Di bawah rindangnya pepohonan Desa Adat Ende, Kecamatan Pujut, Sabtu (30/5), sejumlah tetua adat duduk bersila mengelilingi sesaji. Asap dupa perlahan membumbung ke udara, sementara lantunan doa terdengar pelan di antara rumah-rumah tradisional Sasak yang berdiri kokoh sebagai saksi perjalanan zaman.

Siang itu, masyarakat tidak sedang menyambut tamu biasa. Mereka sedang menggelar Ritual Betabeq, sebuah tradisi turun-temurun yang diwariskan leluhur Sasak untuk memohon keselamatan dan keberkahan sebelum sebuah hajatan besar dilaksanakan.

Tahun ini, doa-doa itu dipanjatkan untuk ribuan pelari yang akan datang mengikuti Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli mendatang.

Bagi masyarakat Desa Adat Ende, Betabeq bukan sekadar seremonial. Tradisi ini adalah cara mereka menyampaikan rasa hormat kepada tamu yang akan datang sekaligus memohon perlindungan kepada Sang Pencipta agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Di tengah prosesi, warga dari berbagai usia tampak larut dalam suasana khidmat. Para perempuan mengenakan pakaian adat Sasak, sementara para tokoh adat memimpin ritual dengan penuh penghayatan.

Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut, bangga karena budaya yang mereka warisi kini menjadi bagian penting dalam sebuah ajang olahraga berskala nasional.

“Datanglah sebagai tamu, pulanglah sebagai keluarga.” Kalimat itu menjadi pesan yang paling sering terdengar sepanjang kegiatan. Bagi masyarakat Sasak, tamu bukan sekadar pengunjung. Mereka adalah bagian dari persaudaraan yang harus disambut dengan ketulusan.

Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, yang membacakan sambutan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa kekuatan NTB tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada budaya dan keramahan masyarakat yang tetap terjaga hingga kini.

Menurutnya, Ritual Betabeq menjadi pengingat bahwa kemajuan pariwisata dan penyelenggaraan event internasional harus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal yang diwariskan para leluhur.

Di balik semarak event olahraga yang akan digelar nanti, ada harapan besar masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pariwisata. Pemilik homestay, pedagang kuliner, pelaku UMKM hingga penyedia jasa transportasi berharap kehadiran ribuan peserta akan kembali menggerakkan roda ekonomi daerah.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, ribuan pelari dari berbagai daerah datang bersama keluarga dan kerabat. Mereka tidak hanya berlari, tetapi juga menginap, berwisata, mencicipi kuliner lokal, hingga membeli produk-produk UMKM masyarakat.

Marketing Director Pocari Sweat, Puspita Winawati, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen peserta tahun lalu berasal dari luar Lombok. Tahun ini, jumlah peserta ditargetkan meningkat menjadi 10 ribu orang.

Bagi warga Desa Ende, angka-angka itu mungkin penting. Namun yang lebih penting adalah kesempatan memperkenalkan budaya Sasak kepada lebih banyak orang.

Di sela ritual, sejumlah anak-anak desa tampak berlarian di antara rumah adat. Mereka menyaksikan para tetua menjalankan tradisi yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Sebuah pemandangan sederhana yang menyimpan harapan agar budaya Betabeq tetap hidup di tengah derasnya arus modernisasi.

Ketika doa-doa selesai dipanjatkan dan ritual berakhir, warga perlahan kembali ke aktivitas masing-masing. Namun pesan yang ditinggalkan tetap sama: menyambut siapa pun yang datang dengan hati terbuka.

Karena bagi masyarakat Sasak, sebuah event olahraga bukan hanya soal garis start dan garis finis. Ia adalah ruang perjumpaan, tempat budaya, persaudaraan, dan harapan masyarakat bertemu dalam satu lintasan yang sama. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.