KabarBaik.co, Malang – Ancaman kekeringan mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Meski debit air di beberapa desa terus mengalami penurunan selama dua pekan terakhir, BPBD Kabupaten Malang memastikan belum melakukan distribusi bantuan air bersih karena kondisi tersebut belum masuk kategori kekeringan krisis.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan salah satu wilayah yang paling terdampak berada di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Berdasarkan hasil pemantauan, debit air dari belik dan sumur milik warga kini tinggal sekitar 30 persen dari kondisi normal.
“Belum kekeringan krisis, sehingga kami belum melakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut,” ujar Sadono, Minggu (26/7).
Penurunan debit air tersebut mulai berdampak pada sekitar 30 kepala keluarga yang berada di RT 13 dan RT 14 RW 2 Dusun Krajan, Desa Sumberagung. Air yang tersedia masih mencukupi untuk kebutuhan minum dan memasak, namun warga kesulitan memenuhi kebutuhan lain, seperti mencuci pakaian.
Akibatnya, warga harus berjalan menuju Sungai Mbambang yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman untuk melakukan aktivitas mencuci.
“Namun untuk aktivitas lain seperti mencuci pakaian, saat ini warga harus ke Sungai Mbambang yang berjarak 1,5 km dari wilayah RW 2,” tambah Sadono.
Selain Desa Sumberagung, BPBD juga mencatat penurunan debit air di Desa Sitiarjo dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Meski demikian, pasokan air bersih di kedua desa tersebut masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga belum memerlukan penanganan darurat.
Sadono menjelaskan laporan awal mengenai penurunan debit air berasal dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. BPBD kini terus mengintensifkan pemantauan untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan selama musim kemarau berlangsung.
“Untuk saat ini baru ada laporan penurunan debit air dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Kami terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Pemkab Malang sendiri sebelumnya telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau 2026. Sebanyak 13 desa di enam kecamatan dipetakan sebagai wilayah rawan terdampak kekeringan, yakni Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo.
Dari total wilayah tersebut, delapan desa masuk kategori rawan tinggi dan menjadi prioritas pemantauan BPBD. Pemerintah daerah juga terus memonitor kondisi sumber air sebagai dasar penentuan langkah penanganan apabila situasi kekeringan semakin memburuk dalam beberapa waktu ke depan. (*)








