KabarBaik.co, Blitar – Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Blitar masih belum optimal. Hingga Maret 2026, capaian kepemilikan IKD baru mencapai 24,10 persen dari total wajib KTP elektronik.
Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat, dari 122.605 warga wajib IKD, baru 29.552 orang yang telah mengaktifkan IKD. Sementara, sebanyak 93.053 warga atau sekitar 75,90 persen lainnya belum memiliki identitas digital tersebut.
Kepala Dispendukcapil Kota Blitar, Wahyudi Eko Surono, mengakui masih ada sejumlah kendala yang membuat capaian IKD belum maksimal. “Capaian ini memang masih perlu kita dorong lagi. Tantangannya cukup beragam di lapangan,” ujarnya, Rabu (22/4).
Wahyudi menjelaskan, salah satu faktor utama adalah literasi digital masyarakat yang belum merata. Sebagian warga masih belum terbiasa menggunakan layanan berbasis digital. “Masih ada masyarakat yang belum familiar dengan layanan digital, sehingga perlu pendampingan lebih intensif,” katanya.
Selain itu, minimnya sosialisasi juga berpengaruh terhadap rendahnya minat masyarakat. Banyak warga belum memahami manfaat IKD dalam layanan administrasi kependudukan. “Kami melihat pemahaman masyarakat soal manfaat IKD masih terbatas. Ini yang terus kami genjot melalui sosialisasi,” tambahnya.
Kendala lain datang dari kekhawatiran masyarakat terkait keamanan data pribadi. Isu kebocoran data membuat sebagian warga memilih menunda aktivasi IKD. “Memang ada kekhawatiran soal data pribadi. Ini menjadi perhatian kami untuk terus memberikan pemahaman bahwa sistem ini aman,” jelasnya.
Di sisi teknis, lanjut Wahyudi, tidak semua perangkat mendukung aplikasi IKD. Ditambah lagi kondisi jaringan internet di beberapa wilayah masih belum stabil. “Ada juga kendala teknis seperti smartphone yang belum kompatibel dan jaringan yang kurang mendukung,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya memastikan upaya percepatan akan terus dilakukan. Dispendukcapil berkomitmen meningkatkan sosialisasi sekaligus memberikan pendampingan langsung kepada masyarakat.
“Kami akan terus dorong, baik melalui layanan langsung maupun jemput bola, supaya masyarakat lebih mudah mengakses IKD,” pungkas Wahyudi. (*)







