KabarBaik.co, Jember – Dugaan praktik mafia bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Jember terbongkar setelah Anggota DPRD Jember dari Fraksi NasDem David Handoko Seto melakukan aksi nekat mengejar truk pengangkut solar modifikasi pada dini hari. Aksi heroik tersebut berujung insiden penabrakan hingga pengeroyokan terhadap sang legislator.
Aksi ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah SPBU di wilayah Tegal Besar, Kecamatan Sumbersari. Berdasarkan laporan tersebut, transaksi BBM bersubsidi dalam jumlah besar sering dilakukan saat dini hari.
“Sekitar pukul 01.00 WIB, saya mendatangi lokasi dan mendapati satu unit truk tengah mengisi solar. Ternyata, di dalam truk tersebut terdapat empat tangki modifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah besar,” ungkap David, Sabtu (14/3).
Curiga dengan temuan tersebut David segera menghubungi Ketua Iswara Migas Jember Muhammad Iqbal dan pihak Polsek Sumbersari untuk mengamankan lokasi. Namun, saat petugas tiba, sopir truk bernama Franco mendadak melarikan diri dari tempat kejadian.
Tak ingin buruannya lepas, David melakukan pengejaran menggunakan mobil pribadinya. Aksi kejar-kejaran berlangsung menegangkan dari Sumbersari hingga wilayah Ambulu dengan kecepatan mencapai 100 km/jam.
“Di Pasar Ambulu, saya sempat mencoba memotong laju truk. Bukannya berhenti, truk tersebut malah menabrak mobil saya dan sopirnya terus tancap gas masuk ke jalan-jalan pemukiman,” tuturnya.
Pengejaran berakhir di dekat jembatan besi wilayah Ambulu. Namun, David justru dihadang oleh sekitar 15 pemuda bermotor yang diduga merupakan pengawal atau rekan pelaku. Bukannya mendapat bantuan, David mengaku justru menjadi korban kekerasan.
“Saya sempat dipukul dan dikeroyok oleh kelompok pemuda tersebut saat mencoba menghentikan truk,” tambah David.
Dalam investigasi singkat di lokasi awal, David menemukan bukti kuat adanya kerja sama antara pihak SPBU dan pelaku. Ia menemukan puluhan surat rekomendasi pembelian BBM bersubsidi yang tersimpan di ponsel petugas SPBU.
Informasi dari warga sekitar Curah Nongko menyebutkan bahwa truk tersebut diduga milik seseorang berinisial TP. David juga menyoroti beberapa kejanggalan operasional.
“Yang pertama transaksi dilakukan dini hari saat SPBU seharusnya tutup, lampu SPBU sengaja dimatikan saat pengisian berlangsung untuk mengelabui warga dan penggunaan puluhan surat rekomendasi yang diduga disalahgunakan,” ungkapnya.
Atas insiden ini, David menegaskan akan segera melaporkan kasus ini ke Polres Jember. Laporan tersebut tidak hanya mencakup praktik mafia BBM, tetapi juga dugaan percobaan pembunuhan dan pengeroyokan.
“Saya akan buat laporan resmi. Ini bukan sekadar penyelewengan subsidi, tapi sudah ada tindakan kriminal fisik. Saya yakin Polres Jember mampu membongkar jaringan mafia BBM ini hingga ke akarnya,” tegas David. (*)






