Cerita Pengasuh Ponpes Detik-detik Santri Jombang Keracunan Usai Santap Rawon dan Telur Asin MBG

oleh -104 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 05 at 11.16.21 PM
Pengasuh Ponpes Darut Taubah Muhammad Adam (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 40 santri Ponpes Darut Taubah di Mojoagung Jombang keracunan. Para santri mengalami gejala keracunan usai menyantap menu buka puasa rawon dan telur asin MBG pada Kamis (5/3).

Pengasuh Pondok Pesantren Darut Taubah Muhammad Adam mengatakan kejadian bermula saat para santri melaksanakan buka puasa bersama setelah azan maghrib. Namun, tidak lama setelah makan, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual yang kemudian disusul muntah.

“Baru makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang mual lalu muntah. Awalnya saya kira hanya karena telat makan atau kelelahan setelah puasa, ternyata banyak yang mengalami,” ujar Adam.

Menurut Adam, kondisi paling parah dialami santri putri. Beberapa di antaranya terlihat lemas, menangis, bahkan hingga pingsan sehingga pengurus pondok segera meminta bantuan medis.

“Yang perempuan terutama, ada yang lemas, nangis, bahkan sampai pingsan. Kami langsung koordinasi minta bantuan ambulans,” katanya.

Tak lama kemudian, sejumlah ambulans datang dan mengevakuasi para santri ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis.

Total ada 40 santri yang dibawa ke rumah sakit, terdiri dari 30 santri putri dan 10 santri putra. Dari sekitar 84 santri yang tinggal di asrama, tidak semuanya mengalami gejala serupa.

Adam menjelaskan, menu nasi dan rawon dimasak oleh pihak pondok, sedangkan telur asin merupakan bantuan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui SPPG Medek.

“Nasinya dan rawon dari pondok, sedangkan telur asin berasal dari MBG,” ujarnya.

Ia menyebutkan, paket MBG yang diterima selama Ramadhan biasanya berisi roti, buah-buahan, dan telur asin untuk beberapa hari.

“Ada yang muntah itu keluar telur asinnya. Yang tidak makan telur asin, termasuk saya, hanya makan rawon dan tidak mengalami apa-apa,” ungkapnya.

Meski demikian, pihak pondok belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Mereka masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta uji laboratorium dari dinas terkait.

Sebelumnya diberitakan, puluhan santri Pondok Pesantren Darut Taubah diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu buka puasa. Tak lama setelah salat tarawih, sekitar pukul 19.40 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan mual dan muntah.

Dari video yang beredar, beberapa santri putri tampak lemas hingga harus digotong menuju ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Hingga Kamis malam, puluhan santri masih menjalani perawatan dan observasi medis. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.