KabarBaik.co, Sidoarjo – Rasa penasaran yang mendalam mengalahkan jarak ratusan kilometer bagi Rosi dan rombongannya. Warga Kota Bandung, Jawa Barat, itu rela menempuh perjalanan jauh menuju Sidoarjo, Jawa Timur, demi melihat langsung hamparan lumpur panas Lapindo yang dua dekade lalu sempat menjadi perhatian nasional.
Bersama sekitar 10 anggota keluarganya dari Bandung dan Tasikmalaya, Rosi memanfaatkan momen silaturahmi ke rumah kerabat di Sidoarjo untuk datang langsung ke kawasan tanggul lumpur Lapindo di Porong.
Selama ini, ia hanya mengetahui bencana tersebut melalui tayangan televisi dan berita di media. Rasa penasaran yang terus tersimpan akhirnya terjawab ketika dirinya berdiri tepat di bibir tanggul, memandang luasnya lautan lumpur yang masih membentang hingga kini.
“Penasaran, pengen tahu lumpur Lapindo seperti apa. Ternyata luar biasa, luas banget,” ujar Rosi pada KabarBaik.co saat di P21 bibir tanggul Jumat (29/5).
Tepat 20 tahun sejak awal semburannya, kawasan yang dulunya dipenuhi suasana duka kini perlahan berubah menjadi destinasi wisata unik. Pengunjung dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan langsung lokasi yang pernah menjadi simbol bencana besar di Sidoarjo.
Di kawasan tersebut kini terlihat aktivitas warga lokal yang menawarkan jasa ojek dan pemandu wisata. Mereka siap mengantar para pengunjung menyusuri tanggul hingga mendekati titik-titik yang dianggap menarik untuk dilihat dan didokumentasikan.
Bagi Rosi, pengalaman melihat langsung kawasan terdampak meninggalkan kesan tersendiri. Ia mengaku sempat merasa ngeri ketika melihat bangunan rumah yang rusak dan miring di sekitar area lumpur.
Namun di balik rasa prihatin itu, dirinya juga takjub dengan luasnya hamparan lumpur yang kini bahkan berada sangat dekat dengan jalur rel kereta api aktif di kawasan Porong.
Transformasi kawasan terdampak lumpur Lapindo menjadi destinasi dark tourism secara tidak langsung juga menghadirkan denyut ekonomi baru bagi warga sekitar. Kehadiran pemandu wisata dan tukang ojek lokal kini menjadi bagian dari aktivitas harian yang membantu para pelancong memahami sekaligus menyaksikan langsung jejak sejarah bencana besar tersebut.(*)






